MAN 1 Palu Menang Eco-Challenge 2026, Kampanyekan Isu Lingkungan lewat Video.
Ket: Tim Echo Challange MAN 1 Kota Palu
Palu (Humas) — Isu lingkungan kerap berhenti sebagai slogan. Namun, bagi tim MAN 1 Kota Palu, kampanye lingkungan tak cukup hanya dibicarakan. Mereka memilih mengemas keresahan itu menjadi karya dan membawa pulang predikat terbaik dalam Eco-Challenge 2026. Kompetisi kampanye lingkungan hidup yang diikuti siswa SMA dan MA se-Kota Palu itu menjadi ruang bagi pelajar untuk menyuarakan persoalan ekologis melalui kreativitas. Setiap tim ditantang membuat video kreasi yang mengangkat isu lingkungan sekaligus menawarkan solusi.
Persoalan yang diangkat beragam, dari sampah plastik, pemborosan energi listrik, hingga ancaman terhadap ekosistem pesisir. Pesannya jelas: persoalan lingkungan bukan isu yang jauh dari kehidupan pelajar. Ia hadir di sekitar mereka dan membutuhkan tindakan. Tim MAN 1 Kota Palu berhasil tampil sebagai yang terbaik dalam kompetisi tersebut. Atas capaian itu, tim berhak memperoleh sertifikat dan dana apresiasi melalui Program Peduli Lingkungan Sekolah.
Kompetisi tersebut diselenggarakan Yayasan Rubalang melalui event Kawula17 pada 21 Juli hingga 9 Agustus 2026. Pembina Tim MAN 1 Kota Palu, Nur Afni, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia mendorong anggota tim agar tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Menurut dia, isu lingkungan harus terus disuarakan melalui berbagai media yang tersedia.
Kepala MAN 1 Kota Palu, Dr. Hj. Rusdiana, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi kepada tim yang telah berjuang dan mengharumkan nama madrasah. Bagi Rusdiana, prestasi ini bukan sesuatu yang berdiri sendiri. MAN 1 Kota Palu memiliki sejarah panjang dalam gerakan lingkungan. Madrasah itu pernah meraih predikat Madrasah Adiwiyata Nasional.
Karena itu, Eco-Challenge 2026 menjadi semacam pengingat bahwa prestasi lingkungan bukan warisan yang cukup dikenang. Ia harus diteruskan. Rusdiana berharap capaian tersebut menjadi pijakan untuk prestasi yang lebih tinggi sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan madrasah. Sebab, lingkungan tidak membutuhkan generasi yang hanya pandai berbicara tentang perubahan. Lingkungan membutuhkan generasi yang berani memulainya.
(Humas MAN 1 Kota Palu)