Penuh Antusias, Kemenag Buol Ikuti Pembukaan OMI 2026 Tingkat Provinsi
Ket: Pembukaan OMI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang diikuti secara daring melalui Zoom Meeting di tilok MTsN 1 Buol.
Buol (Kemenag Sulteng) – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah 2026 resmi dimulai pada Senin (5/10/2026). Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, di Kantor Wilayah Kemenag Sulteng, serta diikuti secara daring melalui Zoom Meeting oleh 12 titik lokasi di seluruh kabupaten/kota.
Di Kabupaten Buol, rangkaian pembukaan diikuti dengan penuh antusias dari titik lokasi MTsN 1 Buol. Hadir langsung dalam acara daring tersebut Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kankemenag Buol, Andi Ridwan, Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah, Ruhuddin, serta seluruh kepala madrasah se-Kabupaten Buol untuk memberikan dukungan moral dan motivasi kepada para peserta.
OMI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun ini diikuti oleh 429 peserta yang merupakan juara I, II, dan III dari seleksi tingkat kabupaten/kota sebelumnya (yang menyaring total 3.910 peserta). Seluruh peserta akan bersaing menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) pada 11 mata pelajaran untuk memperebutkan tiket menuju OMI tingkat nasional.
Mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju” OMI 2026 diarahkan menjadi wadah strategis dalam membangun karakter kompetitif yang berlandaskan sportivitas dan integritas.

Kakanwil Kemenag Sulteng, Junaidin, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi berburu medali, melainkan ruang pembentukan karakter generasi masa depan yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.
"OMI bukan hanya sekadar mencari pemenang. OMI adalah ikhtiar kita menemukan, mengembangkan, dan menguatkan potensi anak-anak madrasah. Dari ruang-ruang kelas yang sederhana bisa lahir pikiran-pikiran besar. Dari madrasah-madrasah kita bisa muncul generasi yang kelak bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Menang adalah kebanggaan, tetapi berkarakter adalah kehormatan." tegas Junaidin.

