Lindungi Kesehatan Warga Madrasah, MAN 1 Kota Palu Alihkan Pembelajaran ke Moda Online
Ket: Foto : Aktifitas guru MAN 1 Kota Palu memberikan layanan pembelajaran online
Palu (Humas)– Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu penurunan kualitas udara mendorong MAN 1 Kota Palu mengambil langkah antisipatif dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan ini diberlakukan pada 19–21 Oktober 2026 sebagai upaya melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan, sekaligus memastikan layanan pendidikan tetap berjalan.
Kepala MAN 1 Kota Palu, Dr. Hj. Rusdiana, S.Pd., M.Pd., memutuskan pengalihan pembelajaran dari moda tatap muka menjadi pembelajaran daring sebagai respons terhadap kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap. Melalui kebijakan tersebut, peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar dari rumah, sementara guru melaksanakan pembelajaran daring dari madrasah.
Keputusan ini mengacu pada surat edaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Nomor 6272/Kw.22.4/5/PP.03.2/10/2026 tanggal 16 Oktober 2026 tentang Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) dalam Kondisi Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Langkah tersebut juga diperkuat dengan surat Kantor Kementerian Agama Kota Palu nomor 3241/Kk.22.02/1/HM.00/08/2026 tanggal 19 Oktober 2026 mengenai kewaspadaan terhadap penurunan kualitas udara di lingkungan satuan pendidikan Kota Palu . Kebijakan MAN 1 Kota Palu sekaligus sejalan dengan Edaran Wali Kota Palu Nomor 100.3.4/860/UMUM/2016 tanggal 16 Oktober 2026 tentang imbauan kewaspadaan terhadap penurunan kualitas udara yang buruk di Kota Palu.
Dalam arahannya, Rusdiana menegaskan bahwa perubahan moda pembelajaran merupakan langkah preventif untuk menjaga kesehatan warga madrasah tanpa mengabaikan hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan.
“Mulai tanggal 19 sampai 21 Oktober, proses pembelajaran di MAN 1 Kota Palu dilaksanakan secara daring. Peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dari rumah, sedangkan bapak dan ibu guru memberikan layanan pembelajaran online dari madrasah,” demikian arahan Rusdiana.
Menurutnya, situasi ini membutuhkan perhatian dan kedisiplinan seluruh warga madrasah. Keselamatan dan kesehatan harus menjadi prioritas, terutama ketika kondisi udara berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi keberlangsungan proses belajar mengajar.
Rusdiana berharap kondisi kualitas udara di Kota Palu segera membaik sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berlangsung secara normal. Ia juga mengingatkan seluruh civitas MAN 1 Kota Palu agar meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih berdampak terhadap lingkungan.
“Kami berharap kondisi ini segera membaik sehingga proses pembelajaran dapat kembali berjalan normal. Saya mengimbau seluruh civitas MAN 1 Kota Palu untuk menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan selalu menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah,” pesannya.
Penerapan PJJ ini menjadi bentuk adaptasi madrasah terhadap situasi lingkungan yang membutuhkan penanganan serius. Dengan memanfaatkan pembelajaran daring, MAN 1 Kota Palu berupaya menjaga keseimbangan antara perlindungan kesehatan dan pemenuhan hak pendidikan peserta didik.
Madrasah berharap seluruh peserta didik tetap mengikuti pembelajaran sesuai arahan guru, sementara para pendidik memastikan materi dan kegiatan belajar dapat terlaksana dengan baik selama kebijakan PJJ diberlakukan.(ynd)