Penyuluh Agama Kristen Kemenag Banggai Perkuat Iman Warga Binaan Lapas Luwuk
Ket: Bimbingan dan Penyuluhan Agama Kristen pada warga binaan lapas Kelas IIB Luwuk
Banggai (Kemenag Sulteng). Pembinaan keagamaan terus dilakukan Kementerian Agama Kabupaten Banggai sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan spiritual umat, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan. Penyuluh Agama Kristen Kemenag Banggai melaksanakan pembinaan bagi pemeluk agama Kristen di Lapas Kelas IIB Luwuk, Rabu (12/8/2026).
Dalam kegiatan pembinaan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Nanchy Lepong Bulan memilih pembacaan Alkitab yang berpusat pada Bilangan 11:18-23 dengan Tema “Menjalani Hidup Bersama Tuhan".
Melalui renungan tersebut, umat binaan diajak untuk memahami pentingnya menjalani kehidupan dengan senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap keadaan. Tiga pesan utama disampaikan, yakni agar tidak mudah bersungut-sungut dan mampu mengendalikan emosi, senantiasa bersyukur atas setiap berkat yang Tuhan berikan, serta tidak pernah meragukan kuasa Tuhan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Nanchy mengajak umat binaan untuk tetap menjadikan Tuhan sebagai sumber pengharapan selama menjalani masa pembinaan di Lapas. Keterbatasan ruang dan keadaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk terus bertumbuh dalam iman, memperbaiki diri, serta membangun kehidupan yang lebih baik.
“Mari tetap menjadikan Tuhan sebagai sumber pengharapan dalam menjalani masa pembinaan di Lapas. Keterbatasan ruang dan keadaan bukanlah penghalang untuk terus bertumbuh dalam iman, memperbaiki diri, dan membangun kehidupan yang lebih baik,” Ujarnya.
Umat binaan juga diingatkan untuk tetap percaya bahwa penyertaan, kasih, dan pengampunan Tuhan senantiasa tersedia bagi setiap umat-Nya yang mau datang dan berharap kepada-Nya.
Pembinaan keagamaan tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan rohani sekaligus menumbuhkan sikap positif bagi warga binaan, sehingga mereka mampu menjalani masa pembinaan dengan penuh pengharapan, pengendalian diri, rasa syukur, dan iman yang semakin kokoh.
Penulis: Nanchy Lepong Bulan
