Jelang OMI 2026, 429 Peserta Ikuti Simulasi Tingkat Provinsi
Ket: Peserta didik melaksanakan simulasi OMI 2026 tingkat Provinsi.
Palu (Kemenag Sulteng) - Sebanyak 429 peserta didik madrasah dari 12 titik lokasi kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah mengikuti Simulasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, 1–2 September 2026. Simulasi dilaksanakan dari lokasi masing-masing peserta sebagai bagian dari pemantapan kesiapan menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
Ketua Tim Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, Muhammad, mengatakan simulasi menjadi tahap penting untuk memastikan kesiapan peserta, baik dari aspek akademik maupun teknis pelaksanaan.
“Simulasi ini menjadi bagian dari persiapan peserta sebelum mengikuti OMI tingkat provinsi. Selain mengukur kemampuan akademik, simulasi juga memberikan pengalaman kepada peserta dalam mengikuti mekanisme kompetisi secara daring dari lokasi masing-masing,” ujarnya pada Jum'at, (2/10/26).
Menurutnya, peserta perlu memanfaatkan simulasi sebagai kesempatan untuk mengenali mekanisme pelaksanaan, meningkatkan ketelitian, serta membangun kesiapan mental dan kepercayaan diri.
OMI 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah mempertandingkan 11 mata pelajaran. Peserta yang meraih peringkat I, II, dan III pada setiap jenjang dan mata pelajaran akan menjadi perwakilan untuk mengikuti kompetisi pada tingkat Nasional.
Pelaksanaan simulasi yang tersebar di 12 titik lokasi juga menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan teknis peserta di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Peserta diperbolehkan mengikuti simulasi dari tempat masing-masing sehingga dapat beradaptasi dengan perangkat dan kondisi pelaksanaan sebelum kompetisi berlangsung.
“Harapannya, seluruh peserta dapat mengikuti simulasi dengan sungguh-sungguh sehingga pada pelaksanaan OMI nanti mereka lebih siap, percaya diri, dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tambah Muhammad.
Melalui OMI, madrasah terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan talenta, prestasi, kreativitas, dan daya saing. Kompetisi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya berprestasi dan mendorong lahirnya generasi madrasah yang unggul.
