Kemenag dan Pemkot Palu Kawal Keamanan Pangan MBG bagi Siswa
Ket: Tim Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis Kota Palu melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, Rabu, (23/9/2026).
Palu, (Kemenag Sulteng) — Kolaborasi lintas instansi dalam Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kota Palu memperkuat pengawasan keamanan pangan bagi siswa dan peserta didik penerima manfaat. Pengawasan tersebut menghasilkan sejumlah catatan perbaikan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, khususnya terkait pengelolaan limbah, penyimpanan dan pengemasan bahan pangan, serta variasi menu.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan agar makanan yang diterima siswa tidak hanya bergizi, tetapi juga diolah dan disalurkan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan. Bagi siswa madrasah, pengawasan tersebut penting untuk mengurangi risiko keracunan maupun gangguan kesehatan lain yang dapat memengaruhi keselamatan dan proses belajar mereka.
Monitoring dilaksanakan oleh lintas instansi yang tergabung dalam Satgas Makan Bergizi Gratis Kota Palu, Rabu, (23/9/2026). Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Satar S. Laupo, bersama staf Seksi Pendidikan Islam turut terlibat sebagai anggota satgas dalam inspeksi mendadak ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan sekolah dan Madrasah penerima manfaat.
Berdasarkan hasil pemantauan, makanan yang disajikan kepada peserta didik secara umum tidak ditemukan bermasalah dari sisi kualitas. Namun, tim masih menemukan beberapa aspek yang perlu segera diperbaiki agar pelayanan makanan lebih aman dan memenuhi ketentuan.
Salah satu perhatian utama adalah instalasi pengolahan air limbah di sejumlah dapur SPPG yang belum sepenuhnya sesuai standar. Tim juga memberikan perhatian terhadap tata cara pengemasan dan penyimpanan bahan pangan yang masih perlu dibenahi, serta menu makanan yang dinilai perlu lebih bervariasi.
Temuan tersebut menjadi dasar evaluasi bagi pengelola SPPG. Perbaikan diperlukan karena kebersihan dapur, penyimpanan bahan pangan, proses pengemasan, dan pengelolaan limbah memiliki keterkaitan langsung dengan keamanan makanan yang dikonsumsi peserta didik.
Keterlibatan Seksi Pendidikan Islam dalam satgas memastikan kepentingan siswa madrasah turut menjadi bagian dari pengawasan Program MBG. Melalui kerja bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, pengawasan tidak berhenti pada pemeriksaan menu, tetapi juga mencakup seluruh proses pengolahan makanan sebelum diterima siswa.
Satgas juga mendorong setiap SPPG memenuhi persyaratan teknis dan administratif, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, tenaga juru masak yang memiliki sertifikasi kompetensi, serta sistem pengelolaan limbah sesuai standar kesehatan lingkungan.
Satgas menargetkan 11 dari 37 SPPG yang beroperasi di Kota Palu menjadi sasaran pengawasan. Pengawasan lintas instansi ini diharapkan mendorong tindak lanjut atas setiap temuan sebelum menimbulkan dampak terhadap penerima manfaat. Dengan demikian, siswa madrasah dan peserta didik lainnya dapat menerima makanan yang bergizi, aman, higienis, dan layak konsumsi.


