Disiplin Berorganisasi, Pembina OSIM Tekankan Jangan Korbankan Pembelajaran dalam Upacara Senin MTsN 1 Kota Palu
Ket: Upacara Bendera MTs N 1 Kota Palu, Senin 5 Oktober 2026
HUMAS MTsN 1 Kota Palu — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Palu kembali melaksanakan upacara bendera rutin setiap hari Senin, Senin, 5 Oktober 2026, bertempat di Halaman Upacara MTsN 1 Kota Palu. Kegiatan diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan dan murid dengan tertib sebagai bagian dari pembinaan karakter, kedisiplinan serta penguatan tanggung jawab warga madrasah.
Dalam pelaksanaan upacara tersebut, Abdul Karim, S.Pd., M.Pd., selaku Pembina OSIM MTsN 1 Kota Palu, bertindak sebagai pembina upacara. Sementara itu, tugas sebagai pelaksana upacara dipercayakan kepada murid kelas VIII B.
Sejak awal hingga akhir kegiatan, pelaksanaan upacara berlangsung dengan tertib dan lancar. Murid kelas VIII B mampu menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab, mulai dari petugas pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca teks Pancasila, pembaca Undang-Undang Dasar 1945, pembaca doa hingga perangkat upacara lainnya.
Dalam amanatnya, Abdul Karim memberikan apresiasi kepada seluruh murid kelas VIII B yang telah melaksanakan tugas sebagai petugas upacara dengan baik. Menurutnya, keberhasilan menjalankan tugas dalam upacara merupakan bentuk latihan tanggung jawab, keberanian, kerja sama dan kedisiplinan yang penting untuk terus dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pelaksanaan upacara hari ini sudah baik. Ini menunjukkan bahwa dengan persiapan, kerja sama, dan kedisiplinan, sebuah tugas dapat dilaksanakan dengan maksimal,” ujar Abdul Karim dalam amanatnya.
Lebih lanjut, ia memberikan perhatian khusus terhadap kedisiplinan murid dalam mengikuti berbagai kegiatan organisasi di madrasah. Ia menegaskan bahwa aktivitas organisasi merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan murid dan harus tetap berjalan seimbang dengan kewajiban utama sebagai peserta didik.
Murid yang aktif dalam organisasi, lanjutnya, harus mampu mengatur waktu dan menentukan skala prioritas. Kegiatan OSIM maupun organisasi lainnya hendaknya tidak menjadi alasan untuk meninggalkan pembelajaran, terlambat mengikuti pelajaran atau mengabaikan tugas akademik.
“Berorganisasi itu penting untuk melatih kepemimpinan dan tanggung jawab. Namun, jangan sampai kegiatan organisasi mengorbankan kegiatan pembelajaran di kelas. Keduanya harus berjalan seimbang,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap murid memahami bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh sikap disiplin, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama dan kemampuan mengelola waktu.
Pelaksanaan upacara rutin setiap Senin di MTsN 1 Kota Palu diharapkan menjadi ruang pembinaan yang konsisten untuk membangun budaya disiplin dan karakter positif murid. Melalui kegiatan tersebut, madrasah terus mendorong lahirnya generasi yang mampu berprestasi di bidang akademik sekaligus aktif, bertanggung jawab dan memiliki jiwa kepemimpinan dalam kehidupan organisasi.