Kapolsek Palu Barat Jadi Pembina Upacara di MAN 1 Kota Palu, Ajak Siswa Jauhi Tawuran
Ket: IPTU Irfan Muzakar, S.A.P Kapolsek Palu Barat Menjadi Pembina Upacara Di MAN 1 Kota Palu
Palu – Upaya mencegah tawuran dan kekerasan di kalangan pelajar menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan upacara bendera di MAN 1 Kota Palu, Senin (12/10/2026). Kapolsek Palu Barat, IPTU Irfan Muzakar, S.A.P., yang bertindak sebagai pembina upacara, mengingatkan seluruh murid agar fokus belajar, menjaga pergaulan, serta tidak terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam amanatnya, Irfan menyoroti pentingnya peran pelajar dalam menjaga keamanan dan ketertiban, terutama di tengah munculnya aksi tawuran di sejumlah tempat dalam beberapa waktu terakhir. Ia menegaskan bahwa masa sekolah seharusnya dimanfaatkan untuk menuntut ilmu, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan, bukan terlibat dalam kekerasan.
Kehadiran Kapolsek Palu Barat di lingkungan MAN 1 Kota Palu juga menjadi bagian dari upaya preventif untuk mencegah potensi konflik lanjutan menyusul perselisihan yang melibatkan beberapa murid madrasah tersebut pada akhir pekan sebelumnya.

Melalui pendekatan edukatif, pihak kepolisian diharapkan dapat memperkuat kesadaran para murid tentang pentingnya menyelesaikan persoalan secara bijak tanpa menggunakan kekerasan. Pesan yang disampaikan juga menjadi pengingat bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dan dapat memengaruhi perjalanan pendidikan serta masa depan seorang pelajar.
Dalam amanatnya, IPTU Irfan Muzakar menyampaikan lima pesan utama kepada seluruh murid MAN 1 Kota Palu. Pertama, menjauhi tawuran dan segala bentuk kekerasan. Kedua, menjauhi minuman keras dan narkoba. Ketiga, menghentikan perundungan atau bullying. Keempat, menjauhi geng motor yang mengarah pada perilaku negatif. Kelima, merencanakan masa depan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Pesan tersebut menekankan bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh kemampuan menjaga sikap, mengendalikan diri, dan memilih lingkungan pergaulan yang sehat.

Irfan juga mengapresiasi petugas upacara MAN 1 Kota Palu yang telah menjalankan tugas dengan baik. Apresiasi itu menjadi bentuk penghargaan atas kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesungguhan murid dalam melaksanakan salah satu kegiatan pembentukan karakter di madrasah.
Kehadiran Irfan memiliki makna tersendiri bagi keluarga besar MAN 1 Kota Palu. Kapolsek Palu Barat tersebut merupakan alumni madrasah itu sekitar 23 tahun lalu. Pengalaman tersebut menjadi penghubung antara dirinya dan almamater, sekaligus memperlihatkan bahwa lulusan madrasah dapat berkiprah dan mengabdi kepada masyarakat melalui berbagai bidang profesi.
Di akhir amanatnya, Irfan menitipkan tiga pesan penting yang diharapkan terus diingat dan diterapkan para murid dalam kehidupan sehari-hari: jaga akhlak, jaga pergaulan, dan jaga masa depan. Ketiga pesan itu menjadi penegasan bahwa pilihan sikap dan lingkungan pertemanan saat ini turut menentukan arah kehidupan pada masa mendatang.
Setelah upacara selesai, IPTU Irfan Muzakar bersalaman dan berfoto bersama dewan guru MAN 1 Kota Palu. Momen tersebut mempererat hubungan antara kepolisian dan lingkungan pendidikan dalam membangun suasana madrasah yang aman, tertib, dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, pesan pencegahan kekerasan diharapkan tidak berhenti sebagai amanat upacara, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh warga madrasah. Pelajar perlu menyadari bahwa menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga tanggung jawab setiap individu dengan mengedepankan kedisiplinan, saling menghormati, dan penyelesaian masalah tanpa kekerasan. (ynd)