Madrasah Berkarakter: Kemenag Touna Sosialisasikan Kurikulum Cinta dan Ekoteologi
Ket: KA KanKemenag Touna, KASI Pendmad, Pengawas Madrasah bersama Kepala Madrasah dan Para dewan guru yang mengikuti BimTek
Tojo Una-Una – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi madrasah yang berkarakter melalui pelaksanaan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi bagi guru RA, MI, MTs, dan MA. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Seksi Pendidikan Madrasah bersama para Pengawas ini berlangsung di Madrasah Aliyah Alkhairaat Wayau, Rabu (19/11/2025).
Pada pelaksanaan hari kedua ini, Kakan Kemenag Touna, H. Muh. Syahruddin, hadir kembali untuk membuka kegiatan. Turut hadir Kasi Pendidikan Madrasah, H. Arsaq Syahrir Saini, dan para Pengawas Madrasah sebagai pemateri utama.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag menegaskan bahwa Kurikulum Cinta bukan sekadar instrumen pembelajaran, tetapi sebuah Gerakan Peradaban untuk membangun warga madrasah yang penuh kasih, bermoral kuat, dan bertanggung jawab. Ia menjelaskan bahwa kurikulum ini bertumpu pada tiga nilai utama: cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada sesama manusia, serta cinta kepada alam dan lingkungan atau nilai Ekoteologi.

Syahruddin menekankan bahwa keberhasilan kurikulum ini sangat bergantung pada peran guru sebagai teladan. “Tidak ada kurikulum yang lebih kuat daripada keteladanan guru,” tegasnya. Ia mendorong semua pendidik untuk menjaga kebersihan hati, perilaku, dan hubungan antar-guru sehingga siswa dapat melihat dan meniru karakter terbaik dari lingkungan madrasah.
Sementara itu, Kasi Penmad, H. Arsaq Syahrir Saini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Agama tentang pedoman implementasi kurikulum baru yang wajib diterapkan di seluruh jenjang madrasah. Sosialisasi dipandu langsung oleh para Pengawas yang telah mengikuti Pelatihan Orientasi Tugas (POT).
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru memahami substansi Kurikulum Cinta dan mampu mengimplementasikannya secara konsisten di kelas. Penerapan kurikulum ini diyakini dapat menumbuhkan peserta didik yang lebih empatik, disiplin, peduli lingkungan, serta berakhlak mulia. Ke depan, Kemenag Touna berharap madrasah-madrasah di daerah ini menjadi pusat peradaban cinta sebagai tempat tumbuhnya generasi yang berilmu, berkarakter, dan membawa kebaikan bagi masyarakat maupun lingkungan.



