Kabid Bimais Ajak ASN Bekerja Tulus, Berintegritas dan Menebar Dampak Positif
Ket: Kabid Bimais Kanwil Kemenag Sulteng, Nurkhairi mengajak seluruh jajaran untuk memahami tugas dan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh serta senantiasa memberikan dampak positif dimanapun ditugaskan. Pesan tersebut disampaikan H. Nurkhairi saat memimpin apel pagi yang berlangsung di halaman Kanwil Kemenag Sulteng, Senin (21/9/2026).
Palu(Kemenag Sulteng), — Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, H. Nurkhairi, mengajak seluruh jajaran untuk memahami tugas dan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh serta senantiasa memberikan dampak positif dimanapun ditugaskan.
Pesan tersebut disampaikan H. Nurkhairi saat memimpin apel pagi yang berlangsung di halaman Kanwil Kemenag Sulteng, Senin (21/9/2026). Apel diikuti oleh Pejabat Administrator, Pejabat Fungsional, Pelaksana, dan Mahasiswa Magang dari UIN dan Universitas Alkhairaat Palu.
Dalam amanatnya, H. Nurkhairi menegaskan bahwa setiap tugas harus dijalankan dengan kesadaran, tanggung jawab, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik.
“Mari kita berupaya menyadari dan memahami tugas kita. Di mana pun kita ditugaskan, hendaknya selalu memberikan dampak yang terbaik. Jadilah pribadi yang kehadirannya membawa manfaat dan kebaikan bagi orang lain,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh ASN untuk menjadi pribadi yang merdeka dalam berpikir dan bertindak, tidak mudah terpengaruh oleh tekanan orang lain, serta tetap berpegang teguh pada aturan dan prinsip kebenaran dalam menjalankan tugas.
“Sepanjang apa yang kita lakukan sesuai dengan aturan, kerjakan dengan penuh keyakinan dan tanggung jawab. Jangan biarkan diri kita terjajah oleh penilaian atau tekanan orang lain selama kita berada di jalan yang benar,” pesannya.
Lebih lanjut, H. Nurkhairi mendorong jajarannya untuk tetap berbuat baik, termasuk kepada orang yang mungkin memusuhi atau memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, setiap persoalan perlu direspons dengan sikap yang baik, pikiran positif, dan kedewasaan dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan kerja.
“Jangan membalas keburukan dengan keburukan. Mari kita merespons setiap persoalan dengan baik, tetap berpikiran positif, dan menjadikan kebaikan sebagai prinsip dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.
Menutup amanatnya, H. Nurkhairi mengingatkan bahwa nilai seseorang tidak hanya diukur dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari manfaat, keteladanan, dan kebaikan yang ditinggalkan bagi orang lain.
“Mari menjadi pribadi yang hidup di hati orang lain melalui kebaikan dan pengabdian. Sebab, yang paling bermakna bukan sekadar keberadaan kita, melainkan dampak positif yang kita tinggalkan,” pungkasnya


