MAN 2 Kota Palu Teguhkan Regenerasi, Pengurus Baru Resmi Dikukuhkan
Ket: Kepala MAN 2 Kota Palu beserta Jajarannya bersama Pengurus baru Organisasi, Ekstrakurikuler dan Komunitas
Palu — Sebanyak 2 organisasi, 11 ekstrakurikuler, dan 1 komunitas di MAN 2 Kota Palu resmi memiliki kepengurusan baru. Pengukuhan dilaksanakan di Auditorium Kholil Bisri pada Jumat (14/8/2026) dan dikukuhkan langsung oleh Kepala MAN 2 Kota Palu, Dr. H. Taufik, S.Ag., M.Ag.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi dan pengembangan diri peserta didik di lingkungan MAN 2 Kota Palu. Pengukuhan pengurus baru diharapkan menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai program positif sekaligus menghadirkan inovasi dalam pengembangan minat, bakat, karakter, dan kepemimpinan peserta didik.
Suasana kegiatan semakin khidmat dengan hadirnya Pimpinan PT Makassar Raya Motor Cabang Palu, Bapak Sudarmansyah Uma, yang turut memberikan dukungan terhadap pembinaan peserta didik di MAN 2 Kota Palu. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Sudarmansyah Uma menyerahkan Mushaf Al-Qur’an kepada pihak madrasah sebagai bentuk kepedulian terhadap penguatan kegiatan keagamaan di lingkungan pendidikan.

Penyerahan Mushaf Al-Qur’an menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran, pembinaan baca Al-Qur’an, serta berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan peserta didik di madrasah. Kehadiran dan dukungan dari PT Makassar Raya Motor Cabang Palu juga mendapat apresiasi dari pihak madrasah sebagai bentuk sinergi positif antara dunia usaha dan lembaga pendidikan dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Kota Palu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus baru yang telah menerima amanah untuk menjalankan roda organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler. Ia menegaskan bahwa menjadi pengurus bukan sekadar memperoleh posisi, melainkan merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Selamat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan. Amanah ini harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Menjadi pengurus berarti memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif bagi organisasi dan madrasah,” ujar Dr. H. Taufik.
Kepala madrasah juga menyampaikan pesan kepada para pengurus demisioner agar tidak memandang berakhirnya masa kepengurusan sebagai akhir dari kontribusi mereka. Pengalaman selama menjalankan organisasi diharapkan menjadi bekal untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan di madrasah maupun di tengah masyarakat. Regenerasi, menurutnya, merupakan proses memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya untuk belajar, berkembang, dan melanjutkan berbagai hal positif yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya.
Sementara kepada pengurus baru, Dr. H. Taufik berpesan agar mampu menjaga kepercayaan, membangun kerja sama, serta menjadi teladan bagi anggota. Ia juga menekankan pentingnya menyeimbangkan aktivitas organisasi dan ekstrakurikuler dengan kewajiban akademik. Keaktifan dalam berbagai kegiatan hendaknya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan tugas utama sebagai peserta didik, yaitu belajar dan mencapai prestasi akademik.
“Pengurus harus mampu mengatur waktu dengan baik. Aktif dalam organisasi dan ekstrakurikuler merupakan hal yang positif, tetapi jangan sampai mengganggu proses pembelajaran. Kegiatan organisasi, ekstrakurikuler, dan prestasi akademik harus berjalan seimbang,” pesannya.
Menurutnya, kemampuan mengelola waktu antara kegiatan akademik dan nonakademik merupakan bagian dari proses pembentukan karakter kepemimpinan. Seorang pengurus tidak hanya dituntut aktif dalam berbagai kegiatan, tetapi juga harus mampu menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan prestasi dalam bidang akademik.
“Jangan sampai menjadi pengurus yang aktif dalam kegiatan, tetapi prestasi belajarnya menurun. Justru seorang pemimpin harus mampu mengatur waktu, menyelesaikan kewajiban akademik, dan tetap memberikan kontribusi terbaik dalam organisasi,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah mengingatkan agar setiap organisasi, ekstrakurikuler, dan komunitas menyusun serta melaksanakan program kerja secara terarah, inovatif, dan sesuai dengan tata tertib serta nilai-nilai yang berlaku di madrasah. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang aktivitas peserta didik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, kreativitas, kedisiplinan, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama.
Pengukuhan tersebut sekaligus menandai dimulainya periode kepengurusan baru bagi 2 organisasi, 11 ekstrakurikuler, dan 1 komunitas di MAN 2 Kota Palu. Para pengurus diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik, melanjutkan program positif dari kepengurusan sebelumnya, serta menghadirkan gagasan baru yang memberikan manfaat bagi warga madrasah.
Melalui regenerasi tersebut, MAN 2 Kota Palu terus mendorong organisasi, ekstrakurikuler, dan komunitas peserta didik menjadi wadah pengembangan potensi yang berjalan selaras dengan proses pembelajaran. Dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, diharapkan semakin memperkuat ikhtiar madrasah dalam membentuk peserta didik yang berprestasi, berkarakter, memiliki kepedulian sosial, serta berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman