Kasubdit Kurikulum Kemenag RI Hadiri Penamatan 108 Siswa MAN IC Kota Palu
Ket: Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Abd. Basit, S.Ag., MM saat menghadiri Penamatan Siswa Kelas XII Angkatan VIII
Palu (Kemenag Sulteng) - Pendidikan madrasah diharapkan tidak hanya mampu melahirkan generasi yang unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan spiritualitas yang kuat. Hal tersebut disampaikan Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Abd. Basit saat menghadiri Penamatan Siswa Kelas XII Angkatan VIII “Luveryza Graduation” MAN Insan Cendekia Kota Palu di Aula MAN IC Kota Palu, Rabu (13/5/2026).
Sebanyak 108 siswa kelas XII MAN IC Kota Palu resmi ditamatkan pada kegiatan tersebut. Acara berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Palu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu, para kepala madrasah se-Kota Palu, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Abd. Basit menyampaikan bahwa lahirnya MAN Insan Cendekia merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam menghadirkan model pendidikan yang mampu memadukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai keagamaan.

Menurutnya, selama ini dunia pendidikan sering kali hanya berorientasi pada capaian akademik dan nilai di atas kertas. Karena itu, MAN Insan Cendekia hadir untuk membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter peserta didik.
“Insan Cendekia hadir untuk menyempurnakan pendidikan agar tidak hanya berbicara tentang akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki akhlak dan spiritualitas yang baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa proses pembentukan karakter di lingkungan MAN Insan Cendekia dilakukan secara menyeluruh melalui sistem pendidikan berasrama. Peserta didik tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga pembinaan kedisiplinan, ibadah, kepemimpinan, dan penguatan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Abd. Basit, proses pendidikan tersebut membutuhkan waktu dan konsistensi yang panjang. Ia mencontohkan perkembangan MAN Insan Cendekia Serpong yang telah berjalan selama puluhan tahun sebagai bagian dari proses membangun pendidikan berkualitas.
Ia juga mengingatkan para siswa bahwa penamatan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal memasuki jenjang pendidikan dan kehidupan yang lebih luas.
“Kami berharap alumni MAN Insan Cendekia mampu hadir di tengah masyarakat dengan tetap menjaga kecerdasan, integritas, dan nilai-nilai keagamaan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Abd. Basit turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada MAN IC Kota Palu selama tiga tahun terakhir.
Sementara itu, Asra yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah mengajak para lulusan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang semakin cepat.

Ia menegaskan bahwa generasi muda harus mampu membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki semangat kreativitas dan daya juang yang tinggi.
“Teruslah belajar, jangan mudah menyerah, dan terus kembangkan kreativitas untuk menghadapi tantangan masa depan,” pesannya.
Kegiatan penamatan ditutup dengan prosesi pelepasan siswa kelas XII Angkatan VIII MAN IC Kota Palu yang berlangsung penuh haru dan kebanggaan dari para guru maupun orang tua siswa.