52 PPPK Kemenag Poso Ikuti Orientasi Moderasi Beragama dan Ekoteologi dari BDK Manado
Ket: Foto bersama
Poso (Kemenag Sulteng) - Sebanyak 52 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Optimalisasi dan paruh waktu di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Poso mengikuti orientasi untuk memperkuat kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Pembekalan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Poso, Selasa (20/10/2026), mencakup materi moderasi beragama dan ekoteologi.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Poso, Sutami M. Idris, menyambut pelaksanaan orientasi tersebut sebagai kesempatan bagi para PPPK untuk memperoleh penguatan sebelum kembali menjalankan tugas di unit kerja masing-masing. Ia berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh agar materi yang diberikan dapat memberi manfaat sesuai tugas dan fungsi mereka.
"Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi spirit bagi kita. Semoga pembekalan ini memberikan makna serta penguatan saat kembali ke tempat tugas masing-masing sesuai tupoksi. Mari kita ikuti seluruh rangkaian acara ini dengan sebaik-baiknya," tutur Sutami.
Orientasi PPPK Tahap 2 Tahun 2026 ini diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Manado. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN), khususnya dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai moderasi beragama serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala BDK Manado, Khaeroni, menjelaskan bahwa moderasi beragama berperan penting dalam menjaga kerukunan umat. Ia juga mengapresiasi kontribusi ASN Kementerian Agama dalam mendukung peningkatan indeks kerukunan umat beragama.

"Moderasi beragama masuk dalam Asta Protas yang utama untuk menjaga kerukunan. Alhamdulillah, indeks kerukunan terus meningkat setiap tahunnya. Ini merupakan hasil kerja keras kita bersama, khususnya para ASN Kementerian Agama," ungkap Khaeroni.
Selain moderasi beragama, peserta mendapatkan pembekalan ekoteologi yang menghubungkan pemahaman keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian alam. Khaeroni memaparkan pendekatan 3H, yaitu Head atau pemahaman, Heart atau menanamkan rasa cinta terhadap bumi, dan Hand atau tindakan nyata.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi menerjemahkannya ke dalam tindakan, seperti penanaman pohon yang telah dilaksanakan secara serentak oleh PPPK Kementerian Agama dan menjaga kelestarian lingkungan.
