Tak Sekadar Siap Menikah, Kemenag Tojo Una-Una Bekali Catin Hadapi Kehidupan Rumah Tangga
Ket: Foto bersama usai kegiatan
Tojo Una-Una (Kemenag Sulteng)- Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin, Kamis (13/08/2026), di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ulubongka. Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 pasangan calon pengantin dengan mengusung tema “Mempersiapkan Generasi Berkualitas melalui Perkawinan yang Sehat Tahun 2026.”

Kegiatan dihadiri Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una, Andi A. Harun, yang sekaligus mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una untuk memberikan sambutan. Turut hadir Kepala Puskesmas Marowo yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Bimbingan Perkawinan, khususnya dalam aspek kesehatan calon pengantin dan persiapan kesehatan keluarga.
Dalam sambutannya, Andi A. Harun menyampaikan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki kesiapan yang lebih menyeluruh sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
“Menikah itu bukan hanya kesiapan administratif. Yang lebih penting adalah kesiapan mental, spiritual, dan bagaimana membangun harapan bersama dalam kehidupan rumah tangga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas keluarga. Materi bimbingan tidak hanya membahas aspek keagamaan, tetapi juga kesiapan mental dan psikologis, ekonomi dan finansial, relasi dan komunikasi, kesehatan serta reproduksi, hingga pemahaman hukum dan spiritual.
Dalam aspek mental dan psikologis, calon pengantin dibekali kemampuan mengelola emosi, memahami ekspektasi dalam pernikahan, menerima kelebihan dan kekurangan pasangan, serta membangun ketahanan menghadapi tekanan kehidupan rumah tangga.
Sementara itu, kesiapan ekonomi diarahkan pada kemampuan pasangan dalam merencanakan keuangan rumah tangga, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kolaborasi finansial antara suami dan istri.
Bimbingan juga memberikan perhatian terhadap komunikasi dan penyelesaian konflik, pembagian peran dalam keluarga, serta kesehatan reproduksi. Kehadiran Kepala Puskesmas Marowo turut memperkuat pentingnya aspek kesehatan dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga, termasuk pemeriksaan kesehatan pranikah, pencegahan stunting sejak dini, pemenuhan gizi calon ibu dan bayi, serta kesehatan reproduksi.
Andi A. Harun juga menekankan pentingnya membangun keluarga berdasarkan nilai-nilai agama. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak melalui kasih sayang, keteladanan, komunikasi terbuka, penanaman tauhid, pendidikan yang baik, serta lingkungan keluarga yang Islami.
Melalui Bimbingan Perkawinan, diharapkan para calon pengantin tidak hanya siap secara administratif dan agama, tetapi juga matang secara emosional, tangguh secara ekonomi, sehat secara fisik dan mental, serta mampu membangun keluarga harmonis yang dapat melahirkan generasi berkualitas.


