Fitriani S.I.Kom
26 Juni 2026 7:18:0
Banggai (Kemenag Sulteng). Kementerian Agama Kabupaten Banggai turut berkontribusi menyukseskan salah satu Agenda Nasional Kementerian Agama RI, yakni Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H/2026 M, dengan menyalurkan santunan berupa 411 paket sembako kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di berbagai wilayah Kabupaten Banggai. Kamis (25/6/2026).
Dengan mengusung tema “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri”,Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh Kementerian Agama di seluruh Indonesia dan telah memasuki tahun kedua. Ini merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi untuk menghadirkan kebahagiaan serta perhatian kepada mereka yang membutuhkan dengan melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banggai.
Selain pelaksanaan di tingkat kabupaten, sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) dan madrasah di berbagai kecamatan juga turut menyelenggarakan kegiatan serupa sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan nasional yang bertujuan menumbuhkan kepedulian, kasih sayang, dan semangat inklusivitas di tengah masyarakat.
Kasi Bimas Islam, H. Zaenal Abidin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesan inklusif yang diangkat memiliki makna membangun lingkungan yang ramah, menghargai keberagaman, serta mendukung potensi setiap anak tanpa terkecuali.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa berbagi adalah bentuk saling mencintai, saling memberi, dan menumbuhkan kasih sayang. Dari sinilah pesan-pesan perdamaian, kepedulian, dan kebersamaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga memastikan bahwa Kementerian Agama akan terus hadir melalui berbagai program sosial keagamaan, termasuk layanan zakat dan wakaf, guna membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Di hadapan para penerima manfaat, Beliau berpesan agar anak-anak yatim dan penyandang disabilitas tidak merasa sendiri. Menurutnya, banyak pihak yang siap memberikan perhatian dan dukungan, mulai dari Kementerian Agama, Baznas, hingga lembaga-lembaga amil zakat lainnya.
“Kami ingin anak-anak merasa bahwa mereka tidak sendiri. Ada banyak pihak yang peduli dan siap memberikan perhatian, dukungan, serta kasih sayang. Insya Allah, Kementerian Agama akan terus berupaya hadir dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Beliau menyampaikan permohonan maaf apabila bantuan yang diberikan belum sepenuhnya memenuhi harapan seluruh penerima manfaat. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud ketulusan dan kepedulian Kementerian Agama untuk berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan penyandang disabilitas.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat, meringankan sebagian beban yang dipikul, serta menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua Baznas Kab, Banggai, H. Asri Abasa berharap agar berharap pelaksanaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun, baik dari sisi jumlah penerima manfaat maupun skala kegiatan. Ia menilai kegiatan serupa yang dilaksanakan di tingkat pusat maupun daerah lain dapat menjadi inspirasi untuk menghadirkan program yang lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Ke depan, mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan dengan cakupan yang lebih besar sehingga semakin banyak anak yatim dan penyandang disabilitas yang merasakan manfaatnya,” harapnya.
Ia menegaskan bahwa membantu dan membahagiakan anak yatim merupakan amalan yang memiliki nilai keutamaan dalam ajaran Islam. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai dan turut di hadiri oleh Penyelenggara Zakat & Wakaf, Kepala KUA Luwuk Selatan, Jajaran Baznas Kab. Banggai, Ketua IPARI Banggai, Ketua Pokjaluh, Para Penerima Santunan dan tamu undangan lainnya.
.jpeg)


