Kurikulum Cinta Hadir untuk Mengembalikan Ruh Pendidikan, Pesan Ka Kankemenag pada Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Ekoteologi
Ket: Ka Kankemenag dalam sambutannya membuka Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta
Humas (Kemenag_Sulteng) Upaya penguatan dan penyiapan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Ekoteologi di madrasah terus digalakkan. Ka Kakankemenag Kab. Tojo Una Una H. Muh Syahruddin bersama Kasi Pendidikan Madrasah H. Muh Arzaq Syahrir Saini bersama Pengawas Madrasah tekankan pentingnya disiplin pembelajaran dan kesiapan guru dalam menyambut kurikulum yang akan membentuk karakter siswa berbasis kasih sayang, penghormatan, empati, dan keteladanan.
Hal ini disampaikan Syahruddin pada Bimbingan Tekniks Kurikulum Berbasis Cinta dan Eketologi di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tojo Una Una, Selasa, 18/11/25 bertempat di Ruangan MIN Touna.
Menurut Syahruddin, Konsep kurikulum cinta mengajarkan kecintaan terhadap lingkungan, sebuah nilai yang kini menjadi agenda besar Kementerian Agama melalui gagasan Ekoteologi dalam Asta Protas, sebagaimana tertuang dalam KMA No. 244 Tahun 2025, Ini berarti bahwa mencintai ciptaan Allah adalah bagian dari ibadah. Membiarkan lingkungan rusak berarti kita membiarkan amanah Allah terabaikan.
Sebagai guru madrasah, kita harus memberikan 4 (empat) teladan diantaranya adalah Menjaga kebersihan halaman madrasah, Mengurangi bahkan meniadakan sampah, Menanam pohon di area sekolah, dan Mengajak siswa mencintai alam sebagai refleksi kecintaan kepada Sang Pencipta. tegasnya

“Fokus utama saat ini adalah Guru harus “memberikan keteladanan sehingga akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bertanggung jawab terhadap bumi, rumah bersama umat manusia. Madrasah harus menjadi pusat nilai, pusat keteladanan, pusat perubahan.Cinta kepada sesama dan cinta kepada lingkungan adalah dua sisi dari satu ajaran rahmatan lil ‘alamin”. jelas Syahruddin.
Lebih lanjut Syahruddin mengatakan bahwa madrasah di Tojo Una-Una mampu menjadi pelopor gerakan ini. Kita memiliki guru-guru yang tulus, kepala madrasah yang visioner, pengawas yang membimbing dengan ketulusan hati, dan didukung penuh oleh Kasi Penmad yang ganteng dan enerjik, Mari jadikan sosialisasi hari ini sebagai titik awal komitmen baru. Komitmen untuk mendidik dengan cinta, memimpin dengan keteladanan, dan merawat lingkungan sebagai bentuk ibadah.pesannya.
Dalam kesempatan yang sama Arzaq Syahrir saini menghimbau untuk menunjukkan bahwa disiplin pembelajaran guru, dan cara mengajar yang benar, dengan merefleksikan nilai-nilai cinta merupakan kunci utama keberhasilan Kurikulum Berbasis Cinta. Dengan kesiapan regulasi dan disiplin guru, KBC diharapkan dapat secara efektif membentuk karakter siswa di madrasah. Himbau Arzaq

