Kontingen Sulteng Antusias Ikuti Hari Pertama OMI 2025 di Banten
Ket: Ruang lomba OMI 2025
Tangerang Kemenag Sulteng - Suasana semangat kompetisi terasa sejak pagi di Asrama Haji El Hajj, Banten, Ratusan siswa madrasah dari seluruh Indonesia tampak antusias mengikuti hari pertama Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Nasional Tahun 2025 ajang yang menjadi puncak perhelatan sains, riset, dan kreativitas siswa madrasah. Selasa (11/11/2025).
Ketua Kontingen Sulawesi Tengah, Asra J.A. Pakai, saat mendampingi siswa mengatakan bahwa pelaksanaan lomba hari pertama dimulai pukul 08.00 WIB. Untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD), peserta mengikuti dua mata pelajaran, yakni Matematika Terintegrasi dan IPA Terintegrasi.
“Untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan SMP, lomba dilaksanakan di waktu yang sama tetapi di ruang berbeda, dengan tiga bidang lomba: IPA Terpadu Terintegrasi, Matematika Terpadu Terintegrasi, dan IPS Terpadu Terintegrasi,” jelasnya.
Sementara itu, untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA) dan SMA, kompetisi akan digelar pada siang hingga sore hari, pukul 13.00–17.00 WIB, dengan enam mata pelajaran yang dipertandingkan.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Syamsu Nursi, yang turut hadir di lokasi lomba, menyampaikan rasa bangga atas semangat dan perjuangan para peserta.
“Kami melihat semangat luar biasa dari anak-anak madrasah. Mereka datang dengan tekad untuk membawa nama baik daerah dan membuktikan bahwa madrasah mampu bersaing secara nasional. Seperti pesan Bapak Dirjen semalam, madrasah kini go to publik — tampil di hadapan bangsa dengan karya dan prestasi,” tuturnya.
Menurut Syamsu, OMI bukan sekadar lomba, tetapi juga ruang pembelajaran tentang sportivitas, kerja keras, dan kebersamaan.
“Kita berharap para peserta tidak hanya pulang dengan medali, tetapi juga dengan pengalaman dan nilai-nilai berharga yang akan memperkaya masa depan mereka,” tambahnya penuh harap.
OMI 2025 merupakan hasil integrasi Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES). Mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global,” kegiatan ini menghadirkan 484 peserta terbaik dari lebih 15 ribu peserta di seluruh provinsi.
Ajang ini menjadi simbol bahwa madrasah tidak hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga laboratorium masa depan bangsa yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

