Manasik Haji Sebagai Bentuk Pendidikan Kepada Jemaah Calon Haji
Ket: Kepala Kantor Kemenag Donggala Membuka Bimbingan Manasik Haji Donggala
Donggala ( Kemenag Sulteng ) Bimbingan Manasik Haji Kabupaten Donggala, yang diselenggarakan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Arafah Donggala, dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Donggala, H. Haerolah Muh. Arief, didampingi Plt. Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Marzuki dan Ketua KBIHU Donggala H. Abdul Basith, di Aula Kemenag Donggala, selasa (2/12-2025)
Kakankemenag Donggala, mengatakan saat membrikan materi bimbingan manasik haji bahwa pelatihan dan perkenalan para calon jemaah haji Donggala agar memahami seluruh tata cara pelaksanaan Ibada haji, dari teori hingga praktik, serta persiapan mental dan logistik.
Lanjutnya, Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam yang mampu secara fisik dan finansial, bagi banyak orang persiapan sebelum melaksanakan haji menjadi momen penting , di mana salah satu yang peling esensial adalah menasik haji.
.jpeg)
Manasik haji secara harfiah berarti pelatihan atau bimbingan terkait Ibadah haji, hal ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk membantu calon jemaah haji memahami seluruh rangkaian ritual dan tata cara pelaksanaan haji yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Manasik haji dilakukan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci di mana para calon haji diajarkan segala hal yang akan mereka hadapi dan lakukan selama menjalankan Ibadah haji, selain itu pelatihan ini juga penting untuk membekali jemaah dengan pemahaman terkait nilai-nilai spritual dan teknis dari setiap rukun dan sunnah haji, jelasnya.
Selain itu, Ibadah haji juga mengandung unsur spritualitas ini dapat dengan mudah terlihat pada setiap pengamalan rukun haji, misalnya saat berpakaian ihram menuju wukuf di padang arafah, disana terasa ada gelombang lembut dari eksternal dan internal nurani, untuk mengakui kebersamaan diri atas sesama dan sekaligus menyatakan secara jujur akan segala kelemahan diri.
.jpeg)
Semua topeng kehidupan yang membuat orang lain hormat seperti pangkat, jabatan, kebangsawanan, kesarjanaan dan kekayaan, semua berguguran dan tinggallah seorang diri sebagai manusia lemah tanpa daya di hadapan Allah yang maha kuasa, untuk itu setiap jemaah haji perlu memahami makna simbolik dibalik simbol-simbol haji, dengan cara itu, akan terjadi perubahan mendasar di dalam diri jemaah, tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) H. Abdul Basith, mengharapkan kegiatan bimbingan Mansik haji ini, semoga bermanfaat, selamat menunaikan Ibadah haji semoga meraih peredikat haji mabrur yang diwujudkan dalam perilaku kehidupan sehari hari yakni semakin mengalami peningkatan kesalehan dan perbaikan dalam segala hal, ditandai dengan menguatnya rasa keperdulian sosial, meningkatnya rasa cinta tanah air dan membawa misi kedamaian bagi sesama umat manusia di muka bumi.
Kegiatan bimbingan manasik haji ini dilaksanakan oleh KBIHU Donggala, yang diikuti calon jemaah haji Donggala sebanyak 146 orang.
