
KEMENAG BANGGAI: MTQ, INSPIRASI DAN MOTIVASI DALAM LAPAS

Ket:
Luwuk (Humas Banggai) senin 28 januari 2019 sore hari yang cerah di lapas luwuk beberapa kegiatan setelah shalat berjamaah bersama warga binaan. Yaitu peletakan batu pembangunan masjid At-Taubah menjadi salah satu rangkaian kegiatan “Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) warga binaan pemasyarakatan dan masyarakat se-kecamatan luwuk selatan di lingkungan lembaga pemasyarakatan kelas II B Luwuk tahun 2019.”
Seluruh rombongan menuju peletakan batu pertama pembangunan. Yang di mulai dari wakil bupati selanjutnya ketua komisi 1 DPRD Provinsi Sulawesi tengah, Dandim, perwakilan dari Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah, Perwakilan dari Kajari Luwuk, terakhir Kepala sub. Bagian tata usaha mewakili Kakankemenag Kab.Banggai dan juga sebagai sekretaris majelis ulama indonesia kabupaten Banggai Zaenal Abidin memimpin doa.
Selanjutnya menuju panggung pembukaan MTQ yang pertama di selenggarakan oleh Lapas II B Luwuk, dalam sambutannya “Penyelenggara MTQ senantiasa diarahkan pada upaya menumbuhkan kecintaan dan menggairahkan masyarakat untuksenantiasa mempelajari dan memahami Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup insan paripurna.”
Juga sangat menegaskan jika pelaksanaan ini hanya dipahami dari sisi kegiatan syi’ar keagamaan. Tanpa mampu memaknai lebih komprehensif akan nilai-nilai manfaat dan kemaslahatan yang menyertainya. Pemahaman dan kesadaran inilah yang perlu di bangun dalam nurani dan pikiran setiap masyarakat terutama warga binaan lembaga pemasyarakatan Luwuk. Menutup sambutan, sangat berharap agar kegiatan MTQ dalam lapas dapat menginspirasi dan memberi motivasi kepada binaan untuk lebih meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Sebelum membuka kegiatan tersebut yang secara simbolik dengan pemukulan gong. Wakil Bupati Banggai H. Mustar Labolo memaparkan tentang misi kelima kabupaten Banggai adalah “Mewujudkan pengembangan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan agama.” Oleh karenanya mengajak bersama untuk belajar dari MTQ dalam Lapas, yang selama dua hari pelaksanaannya di mulai tanggal 28 sampai dengan 29 Januari 2019 dengan terselenggaranya, semakin memahami kontemplasi reigius; mainset berpikir masyarakat berubah tidak melihat bahwa warga binaan menjadi momok yang menakutkan serta tidak menjauhi mantan penghuni sehingganya membawa pada pengertian toleransi hidup bermasyarakat. Membuka kegiatan dengan lima kali pukulan gong yang artinya dasar Pancasila.ucapnya mengakhiri sambutannya. (Abduh)
- 1 SE Menteri Agama No 2 Tahun 2025 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1446 H
- 2 SE KPK Nomor 7 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Hari Raya
- 3 Pemberitahuan Uji Kompetensi Pranata Komputer, Statistisi, dan Asisten Statistisi Tahap I
- 4 SE Sekretaris Jenderal Nomor SE.12 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran Kementerian Agama Tahun 2025 dan Efektivitas Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kementerian Agama
- 5 Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 244 Tahun 2025 tentang Program Prioritas Menteri Agama Tahun 2025-2029