Rakerda LPTQ Sulteng, Kakanwil Tegaskan LPTQ Ujung Tombak Pembinaan Mental-Spiritual Umat
Ket: Plt. Kakanwil, Moh. Taslim memberi sambutan pada Rakerda Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Prov. Sulteng, yang dilaksanakan di Hotel Rama Palu, 19/12/2025.
Palu (Kemenag Sulteng) – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Moh. Taslim, menegaskan bahwa Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembinaan mental dan spiritual umat melalui pendekatan Al-Qur’an.
Hal tersebut disampaikan Moh. Taslim saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Hotel Rama Palu, Jumat (19/12/2025).
“LPTQ bukanlah sekadar organisasi yang aktif menjelang MTQ atau STQ saja. LPTQ adalah ujung tombak pembinaan mental-spiritual umat melalui pendekatan Al-Qur’an,” tegasnya.
Rakerda LPTQ Sulteng tahun ini mengusung tema “Transformasi Pembinaan Tilawatil Qur’an Menuju Prestasi Emas pada MTQ XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 19 hingga 21 Desember 2025, bertempat di salah satu hotel di Kota Palu.
Dalam sambutannya, Moh. Taslim menjelaskan bahwa tugas utama LPTQ adalah melakukan akselerasi peningkatan kualitas bacaan, hafalan, serta pemahaman isi dan kandungan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Kita memiliki target besar untuk melahirkan duta-duta Al-Qur’an dari Sulawesi Tengah yang mampu berkiprah dan berprestasi di tingkat nasional,” ujarnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Kakanwil menekankan tiga aspek penting yang harus menjadi perhatian serius LPTQ, yaitu standardisasi pembinaan, pemetaan potensi melalui database, serta kesejahteraan dan apresiasi bagi peserta dan pelatih.
Pada aspek standardisasi pembinaan, Moh. Taslim menegaskan bahwa metode pembinaan tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional. Kurikulum pembinaan harus terukur, melibatkan pelatih yang kompeten, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk memantau perkembangan peserta.
Sementara itu, pada aspek pemetaan potensi, LPTQ diharapkan memiliki database bakat-bakat muda, mulai dari pelosok desa hingga wilayah perkotaan di Sulawesi Tengah. “Kita harus memastikan anak-anak terbaik kita mendapatkan panggung dan pembinaan yang layak,” katanya.
Adapun aspek kesejahteraan dan apresiasi, menurutnya, menjadi faktor penting dalam melahirkan prestasi nasional. Oleh karena itu, dukungan moril maupun materiil kepada peserta dan pelatih harus menjadi prioritas bersama.
Moh. Taslim berharap melalui Rakerda ini, LPTQ dapat merumuskan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pembinaan Tilawatil Qur’an sekaligus memperbaiki peringkat Sulawesi Tengah pada ajang MTQ tingkat nasional mendatang.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk membulatkan tekad dan terus berkhidmat kepada Al-Qur’an. “Mari kita tunjukkan bahwa Sulawesi Tengah adalah gudang para qari dan qariah, hafiz dan hafizah yang religius sekaligus moderat,” pungkasnya.
Kegiatan Rakerda LPTQ Provinsi Sulawesi Tengah ini secara resmi dibuka oleh Asisten I Gubernur Sulawesi Tengah, Fahruddin, yang mewakili Gubernur Sulawesi Tengah. Acara tersebut turut dihadiri oleh pengurus LPTQ Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah