
Dialog Religi Selasa, Bahas Menjaga Kualitas Nilai Ibadah

Ket: Kepala KUA Palu Barat, Dr. H. Haerullah Muh. Arief, M.H.I. saat menjadi Narasumber dalam acara Dialog Religi Interaktif dan presenter Umi Kalsum, di LPP-RRI Palu
Palu (Kemenag Sulteng) – Allah SWT menciptakan manusia bukan tanpa tujuan dan rencana, tetapi agar mau taat dan menjaga kualitas ibadah yang dikerjakan untuk-Nya. Setiap manusia yang melakukan ibadah harus dengan maksud dan tujuannya hanyalah untuk mendapatkan ridha, kemulian serta pahala dari Allah. Hal ini disampaikan Dr H Haerullah Muh. Arief, saat menjadi narasumber pada acara dialog religi interaktif di LPP-RRI Palu, Selasa (18/10/2022).
“Merujuk dalam Alquran, Allah berfirman: "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS adz-Dzariyat: 56). Mengacu pada ayat tersebut, posisi manusia di hadapan Allah SWT sebagai hamba atau abdi dalam kepatuhan secara mutlak.” ujar Haerullah.
Menurutnya, setiap orang melakukan ibadah dengan maksud untuk mendapatkan keridhaan, kemuliaan, dan pahala dari Allah SWT. “Ia juga mengatakan orang yang melakukan ibadah pasti mempunyai pengharapan kepada Allah, karena hakikatnya yang mengetahui diterima atau tidaknya amal ibadah itu hanya Allah SWT,” tambahnya.
Selain itu kata Kepala KUA Palu Barat tersebut, Islam sebagai agama yang berprinsip pada nilai-nilai totalitas dalam kehidupan mengajarkan dan memperingatkan secara tegas kepada umatnya, agar dalam beribadah seseorang selalu menjaga nilai kualitasnya dengan meluruskan niat dan menghindarkan dari unsur-unsur kepentingan duniawi yang dapat merusak kualitas ibadah.
Sementara itu, titik tekan dalam ibadah tidak hanya pada aspek lurusnya niat, keikhlasan, dan kuantitas ibadah yang dilakukan seseorang saja. Akan tetapi, dalam kesempurnaan nilai ibadah juga menitikberatkan pada dampak dari ibadah itu sendiri yakni amal kebaikan secara sosial dengan sesama orang lain tanpa memandang latar belakang perbedaan asal usul sosialnya,” sebut Haerullah.
Beliau juga mengungkapkan, upaya dilakukan agar ibadah yang dikerjakan menjadi berkualitas, khusyuk dalam melaksanakannya, harus dengan kesadaran, ibadah yang dilakukan dengan cara sembunyi sebagai totalitas, dan melaksanakan ibadah harus dilandasi dengan rasa ikhlas yang konsisten, sebab ibadah sendiri harus dikerjakan dengan istiqamah atau terus menerus selama kita masih hidup.
Ia menambahkan, orang yang ahli ibadah, tetapi di satu sisi juga terbiasa melakukan perbuatan zalim, menghina, mencaci orang lain dengan kata-kata kasar, menuduh tanpa bukti, maka semua kebaikan ibadahnya akan menjadi sia-sia dan tak bernilai di hadapan Allah swt. Kondisi seperti itu, seluruh amal ibadah seseorang menjadi gugur di hadapan Allah SWT,” tandasnya.
Oleh karena itu, sudah saatnya perilaku negatif dalam kehidupan sosial, sehari-hari agar dihindari demi terjaganya kualitas dan kesempurnaan nilai-nilai ibadah kita di hadapan Allah SWT,” pungkasnya.
Penulis Kasman
- 1 Pengumuman Pelaksanaan Seleksi Kompetensi dan Materi Pokok Soal Seleksi Kompetensi Teknis CAT PPPK Tahap II Formasi Tahun 2024
- 2 Pemberitahuan Peserta Uji Kompetensi Remedial Kenaikan Jenjang/Perpindahan dari Jabatan Lain ke Jabatan Fungsional Bidang Kepegawaian Periode April 2025
- 3 Pengumuman Peserta Pengganti Hasil Akhir Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2024
- 4 Pengumuman Perubahan Status Peserta Seleksi PPPK Bagi Pelamar Tenaga Non ASN yang Aktif Bekerja di Instansi Pemerintah Republik Indonesia Tahun Anggaran 2024.
- 5 SE Menteri Agama No 2 Tahun 2025 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1446 H