Dokumenasi Kegiatan Hari Kedua Bimtek, sekaligus Penutupan Kegiatan.
Suharni
7 Oktober 2026 19:4:30
Dua Hari Dalami KBC, 106 Guru RA dan Madrasah Buol Dibekali Strategi Pembelajaran Berbasis Cinta
Buol (Kemenag Sulteng) - Setelah berlangsung selama dua hari dengan penuh antusiasme, Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru RA dan madrasah se-Kabupaten Buol resmi ditutup oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol, Mashuri M Pake, Ahad (27/9/2026).
Dalam sambutannya, Mashuri menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Instruktur Nasional Pembelajaran Mendalam Kementerian Agama RI, H. Shofar Sholahuddin Bisri, yang telah membersamai 106 peserta selama pelaksanaan Bimtek.
“Terima kasih banyak kami ucapkan kepada Bapak Shofar. Selamat kembali ke Tanah Jawa dan berkumpul kembali bersama keluarga. Semoga perjalanan darat dari Buol ke Gorontalo berjalan lancar, demikian juga semoga selamat dalam penerbangan kembali ke Kota Tegal,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama Kabupaten Buol, Ruhuddin, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Meskipun materi diberikan secara penuh waktu mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA, para peserta tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius.
“Meskipun materi Bimtek fulltime mulai dari pukul 08.00 sampai 16.00, 106 orang peserta Bimtek tetap antusias mengikuti materi tanpa menunjukkan rasa mengantuk ataupun bosan,” jelasnya.
Menurut Ruhuddin, materi mengenai implementasi KBC dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta iklim dan budaya madrasah menjadi bagian yang sangat menarik perhatian peserta. Hal tersebut tidak terlepas dari masih banyaknya guru yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam mengenai implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 dalam kehidupan dan proses pendidikan sehari-hari di madrasah.
“Itulah sebabnya kedatangan Bapak Shofar ke Tanah Pogogul ini sangat dinantikan karena beliau merupakan salah satu tim penyusun KMA tersebut,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Pengawas Madrasah Aliyah, Hj. Sennawati. Ia menilai Bimtek tersebut memberikan pengetahuan yang sangat berharga bagi peserta dalam memahami dan menerapkan KBC di madrasah.
“Alhamdulillah, di hari pertama mereka menerima materi tentang implementasi KBC dalam bidang intrakurikuler. Di sini para peserta diajarkan secara mendetail cara merancang pembelajaran melalui Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (IKTP) berbasis KBC, dilanjutkan dengan KKTP yang disusun secara runtut, operasional, dan terukur berdasarkan rumusan Tujuan Pembelajaran Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang telah dibuat sebelumnya,” jelasnya.
Menurut Sennawati, peserta juga memperoleh pemahaman tentang penyusunan langkah-langkah pembelajaran hingga pembuatan soal asesmen dan instrumen penilaian, baik penilaian kinerja/praktik maupun penilaian proyek.
Sementara pada hari kedua, materi semakin memperluas pemahaman peserta mengenai implementasi KBC dalam pembelajaran kokurikuler. Shofar menjelaskan penerapannya melalui lintas disiplin ilmu, tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, Kegiatan Kolaborasi Berbasis Cinta (KKBC), serta berbagai bentuk kegiatan kokurikuler lainnya.
“Bukan hanya itu saja, di hari kedua para peserta juga mendapatkan materi tentang merancang kegiatan ekstrakurikuler berbasis KBC hingga materi tentang iklim dan budaya madrasah,” lanjut Sennawati.
Rangkaian kegiatan Bimtek ditutup dengan penyampaian sejumlah testimoni dari peserta. Melalui video yang ditampilkan, para peserta menyampaikan rasa puas sekaligus ucapan terima kasih kepada pemateri yang telah memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai implementasi KBC dalam pembelajaran.
Penutupan Bimtek tersebut menjadi penanda berakhirnya kegiatan selama dua hari sekaligus menjadi awal bagi para guru RA dan madrasah di Kabupaten Buol untuk mengimplementasikan secara tepat nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran, kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta dalam membangun iklim dan budaya madrasah. (SH-MANBuol)