Lewati ke konten utama
Kemenag Kab Toli-Toli

Pelaksanaan Pembukaan Rakerda Kabupaten Tolitoli

Mapatoba oba

3 Oktober 2026 13:3:0


Kemenag Tolitoli Dorong Kajian MUI Diperluas hingga 10 Kecamatan


Tolitoli (Kemenag Sulteng) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tolitoli mendorong agar program kajian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tolitoli tidak hanya berpusat di tingkat kabupaten, tetapi diperluas hingga ke 10 kecamatan. Dorongan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tolitoli Jumade dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) MUI Kabupaten Tolitoli di Aula Kantor Kemenag, Sabtu (3/10/2026).

Jumade menyampaikan, Kemenag dan MUI berjalan seiring dalam mewujudkan masyarakat yang saleh, cerdas, dan berkualitas. Ia berharap MUI dapat menjadi rujukan dan sentral pemahaman keilmuan agama di Kabupaten Tolitoli.

Menurutnya, perluasan kajian hingga ke tingkat kecamatan dapat menjadi langkah untuk mendekatkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Kemenag siap bekerja sama dan memfasilitasi keterlibatan para kiai dan penyuluh agama apabila terdapat keterbatasan di tingkat kecamatan.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tolitoli Jumade.

"Kita memiliki para kiai dan ulama yang mumpuni. Jika ada keterbatasan di tingkat kecamatan, Kemenag siap bekerja sama dan memfasilitasi agar para kiai dan penyuluh kita bisa turun langsung membina masyarakat bersama MUI di seluruh 10 kecamatan," tegas Jumade.

Dorongan tersebut disampaikan sejalan dengan langkah pembinaan yang telah dilakukan MUI Tolitoli melalui Program Safari Taklim di 20 titik masjid. Program tersebut dijalankan untuk menanamkan pemahaman agama yang lurus dan bersanad shahih kepada masyarakat.

Ketua MUI Kabupaten Tolitoli Falatehan yang juga Kepala Seksi Bimas Islam menjelaskan, MUI menjalankan peran sebagai pelayan umat (khadimul ummah) sekaligus pelindung umat (himayatul ummah) dari pemahaman yang keliru. Di tengah dinamika zaman dan berbagai tantangan kontemporer, MUI hadir untuk mencegah kesalahpahaman keagamaan di tengah masyarakat.

Selain Safari Taklim, MUI Tolitoli menetapkan dua rencana strategis utama. Pertama, penyelenggaraan pertemuan ilmiah untuk merumuskan solusi terstruktur atas berbagai persoalan keumatan berbasis ilmu keagamaan. Kedua, edukasi bagi generasi muda dan remaja dengan memperkenalkan kembali metodologi belajar ulama terdahulu (turats), agar mereka memiliki benteng keilmuan yang kokoh dan sanad pemahaman yang tidak terputus.

"Langkah-langkah ini tidak bisa berjalan sendiri. Membangun sinergitas yang kuat antara MUI, Kementerian Agama, dan Pemerintah Daerah adalah kunci utama agar kita selalu hadir dan responsif menghadapi permasalahan umat," ungkap Falatehan.

Rakerda MUI Tolitoli dibuka oleh Bupati Tolitoli Amran H. Yahya yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rustan Rewa. Dalam sambutannya, pemerintah daerah menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencakup pembangunan manusia, moral, akhlak, serta pemeliharaan kerukunan keagamaan.

"Pemerintah Daerah menyadari betul pentingnya pembangunan akhlak dan kerukunan di tengah masyarakat, di mana MUI memegang peran yang sangat strategis. Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada MUI Kabupaten Tolitoli atas penyelenggaraan Rakerda ini," ujar Rustan mewakili Bupati Tolitoli.

Bupati berharap Rakerda MUI mampu melahirkan program kerja konkret yang memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

"Mari kita perkuat sinergi, satukan langkah, dan berikan yang terbaik untuk umat dan daerah yang kita cintai. Semoga Rakerda ini dapat menghasilkan keputusan terbaik demi mewujudkan masyarakat Tolitoli yang religius, rukun, sejahtera, dan berakhlak," tandasnya.