Kemenag Kab Morowali

Kepala Kantor Kemenag Morowali (tengah) berfoto bersama narasumber dan perwakilan Pemda Morowali seusai penutupan.

Nanang Winardi

22 Agustus 2025 14:39:0


Pelatihan Deep Learning Guru PAI Morowali Resmi Ditutup


Morowali (Kemenag Sulteng) – Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Kabupaten Morowali bersama Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Morowali resmi menutup rangkaian Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi Guru PAI jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Morowali.

Penutupan kegiatan berlangsung di Gedung SMPN 1 Bungku Tengah pada Jumat (22/8/2025), dihadiri Pengawas PAI, para pemateri, Ketua AGPAI, serta ratusan guru PAI peserta pelatihan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Morowali, Marwiah menegaskan bahwa guru PAI adalah garda terdepan dalam menanamkan nilai moral dan spiritual pada peserta didik. Oleh karena itu, penguatan kompetensi melalui pelatihan menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter mulia.

"Guru PAI harus mampu menjadi teladan nyata bagi anak didik, bukan hanya di kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Tugas penting kita adalah menanamkan akhlak yang baik, mengarahkan mereka agar terhindar dari pengaruh negatif, dan menumbuhkan karakter bangsa yang bermartabat," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Kementerian Agama Morowali akan terus berkomitmen mendukung berbagai program peningkatan kualitas guru. Menurutnya, penerapan Deep Learning akan membantu guru PAI menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, kreatif, dan berpusat pada siswa, sehingga tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkokoh akhlak mulia.

Selama tiga hari, sejak Rabu (20/8/2025), para guru PAI dibekali strategi pembelajaran inovatif oleh narasumber dari Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Emi Indra dan Heri. Mereka memberikan wawasan praktis mengenai penerapan Deep Learning dalam konteks pendidikan agama Islam.

Penutupan kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Kemenag Morowali dalam meneguhkan perannya membina guru PAI agar senantiasa profesional, adaptif, serta siap menjadi motor penggerak terciptanya pendidikan agama yang mencerahkan.