Wakili Kankemenag Buol, Kasubag TU Hadiri Pembinaan ASN Bersama Sekjen Kemenag RI
Ket: Sekjen Kemenag RI, Kamaruddin Amin dalam Rakor dan Pembinaan ASN di Lingkungan Kemenag se-Sulteng
Palu – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol, Andi Ridwan, mewakili Kepala Kankemenag Buol, menghadiri Rapat Koordinasi dan Pembinaan ASN di Lingkungan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah pada Senin (6/7/2026). Acara yang berlangsung di Aula Kanwil ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Kamaruddin Amin. Kegiatan strategis tersebut diikuti oleh ASN lingkup Kanwil Kemenag Sulteng, para Kepala Kantor Kemenag, serta perwakilan ASN Kemenag kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Dalam arahannya, Sekjen Kamaruddin Amin mengapresiasi tinggi antusiasme para peserta yang hadir. Ia secara khusus memuji dedikasi para perwakilan dari berbagai kabupaten yang rela menempuh perjalanan jauh demi mengikuti pembinaan ini. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama memegang peran yang sangat fundamental dalam kehidupan berbangsa. Indonesia memang bukan negara agama, tetapi merupakan negara yang sangat religius.
"Kementerian Agama merupakan kementerian yang memiliki peran sangat penting, bahkan fundamental, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia," ujar Kamaruddin Amin.

Kamaruddin menambahkan bahwa sejak lahir hingga akhir hayat, aktivitas masyarakat Indonesia selalu bersentuhan dengan keagamaan. Hal ini membuat tugas setiap ASN Kemenag memiliki dampak yang sangat besar bagi kualitas kehidupan beragama, khususnya dalam menjaga kerukunan umat di Sulawesi Tengah.
"Tugas apa pun yang diemban di Kementerian Agama memiliki dampak besar terhadap kualitas kehidupan beragama di Indonesia. Karena itu, amanah tersebut harus dijalankan dengan tulus, ikhlas, dan profesional," tegasnya.
Hubungan Harmonis Agama dan Negara
Lebih lanjut, Sekjen menjelaskan bahwa hubungan antara agama dan negara di Indonesia berjalan sangat harmonis jika dibandingkan dengan negara luar. Di Indonesia, pemerintah memfasilitasi pelaksanaan kewajiban keagamaan, sementara umat beragama mendukung penuh penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Kamaruddin pun mengajak seluruh ASN untuk memperkenalkan agama kepada masyarakat secara utuh dan komprehensif, bukan hanya dari aspek teologis atau secara parsial.
"Agama harus menyentuh persoalan yang dihadapi umat dalam kehidupan sehari-hari. Jangan memperkenalkan agama secara parsial, tetapi secara komprehensif sehingga mampu memberikan perspektif dalam setiap persoalan kehidupan," jelasnya.

Tantangan Digital: Penyuluh Harus Masuk ke Gen Z dan Alpha
Khusus kepada para penyuluh agama, Kamaruddin meminta adanya transformasi dalam pendekatan pembinaan. Metode konvensional dinilai sudah tidak lagi cukup untuk menghadapi perkembangan zaman dan karakter generasi muda saat ini.
"Pendekatan konvensional tidak lagi cukup. Digitalisasi harus dimanfaatkan, buat konten positif, aktif di media sosial, dan sesuaikan cara menyampaikan pesan keagamaan dengan perkembangan masyarakat," pesannya secara lugas.
Menutup arahannya, Sekjen Kemenag RI mengimbau seluruh ASN Kemenag untuk tidak hanya terpaku pada buku, tetapi juga peka terhadap situasi di lapangan agar pesan keagamaan yang disampaikan tetap relevan.
"Jangan hanya membaca kitab dan literatur, tetapi juga membaca realitas sosial. ASN Kementerian Agama harus terus mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat," pungkas Kamaruddin.
