Kado Terindah Jelang Pensiun, Sinergi Kemenag dan Baznas Palu Wujudkan Hunian Layak Bagi Syu’aib di Momen HAB ke-80
Ket: Penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada Syu’aib (tengah), ASN penerima manfaat program rehab rumah dalam rangka HAB ke-80 Kemenag. Penyerahan ini menjadi kado istimewa bagi Syu'aib menjelang masa purnabaktinya. (6/1/2026)
Palu (Kemenag Sulteng) - Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) tingkat Kota Palu tahun 2026 mencatatkan sejarah baru dalam implementasi kepedulian sosial bagi aparatur negara. Sebuah rumah layak huni yang dibangun dari nol, diserahterimakan kepada Syu’aib, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang telah mengabdi selama 19 tahun sebagai tenaga keamanan dan kebersihan di MTsN 2 Kota Palu.
Penyerahan kunci rumah tersebut dilaksanakan pada Selasa (6/1/2026), dihadiri oleh jajaran pejabat Kemenag Kota Palu, perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palu, Kepala KUA, serta ASN di lingkungan Kemenag Palu. Momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol penghargaan negara dan solidaritas korps pegawai terhadap dedikasi tanpa pamrih seorang abdi negara yang akan memasuki masa purnabakti enam bulan mendatang.
Buah Kesabaran dan Solidaritas Korps
Program yang diinisiasi oleh Bidang Bakti Sosial atas arahan Kepala Kemenag Kota Palu sejatinya bertajuk "Rehab Rumah". Namun, dalam pelaksanaannya, tim pembangunan melakukan perombakan total mulai dari penggalian pondasi hingga berdiri bangunan baru yang kokoh. Syu’aib, yang selama bertahun-tahun tinggal di hunian tak layak, akhirnya mendapatkan kelayakan hidup di penghujung masa pengabdiannya.
Kepala Seksi Bimas Islam, Burhan Munawir, selaku Koordinator Bidang Bakti Sosial, menegaskan bahwa kualitas bangunan menjadi prioritas utama. Dalam laporannya, ia menyebut bahwa rumah ini adalah manifestasi dari ketulusan seluruh ASN Kemenag Kota Palu.
"Rumah ini tampilannya mungkin seperti rumah BTN pada umumnya, tapi saya bisa menjamin bahwa bahan-bahan bangunannya berkualitas tinggi. Ini adalah sejarah pertama yang kita tuliskan di Kementerian Agama Kota Palu, sebuah kebaikan yang kelak akan dibacakan kembali saat kita telah tiada. Semoga ini menjadi amal jariah bagi kita semua," ujar Burhan dengan penuh haru.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari gotong royong pendanaan yang bersumber dari sumbangan sukarela ASN Kemenag serta dukungan dari Baznas Kota Palu sebagai mitra strategis.
Sinergi Lintas Sektoral dan Inklusivitas
Kehadiran Baznas Kota Palu dalam program ini mempertegas pentingnya kolaborasi dalam menanggulangi masalah kesejahteraan umat. Wakil Ketua 3 Baznas Kota Palu, Ahmad Salim Mussa’ad, yang hadir mewakili Ketua Baznas, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Kemenag. Ia berharap model kerja sama ini dapat menjadi blue print bagi program-program bantuan sosial di masa depan, mengingat besarnya potensi sinergi antara kedua lembaga.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Palu, Ahmad Hasni, dalam sambutannya menyoroti nilai strategis dari program ini. Ia mengakui sempat merasa ragu di awal perencanaan, namun keraguan tersebut terpatahkan oleh soliditas jajarannya.
"Awalnya saya sempat ragu, namun berkat sinergisitas yang kuat, kita berhasil membangunkan hunian yang layak bagi saudara kita. Ini adalah bukti bahwa kepedulian kita itu nyata," tegas Ahmad Hasni.
Lebih jauh, Ahmad Hasni menegaskan bahwa program sosial semacam ini harus menjadi agenda berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas dan inklusif.
"Kegiatan serupa ini baru permulaan. Di tahun-tahun mendatang, saya mengharapkan ada lebih banyak lagi bantuan serupa tanpa memandang latar belakang agamanya. Kemenag adalah rumah bagi semua agama, dan pelayanan serta kepedulian kita harus mencerminkan hal tersebut," tambahnya, menekankan semangat moderasi dan kemanusiaan universal.
Harapan dan Rasa Syukur
Selain bangunan fisik, Syu’aib juga menerima kelengkapan rumah tangga berupa ranjang, lemari, dan kursi, memastikan ia dapat segera menempati rumah barunya dengan nyaman.
Syu’aib, sosok sederhana yang menjadi pusat perhatian hari itu, tak kuasa menahan haru. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mengangkat derajat kehidupannya menjelang masa pensiun.
"Saya sangat berterima kasih kepada semuanya. Saya tidak bisa membalasnya, nanti Allah yang akan membalas kebaikan Bapak dan Ibu sekalian," ucap Syu’aib singkat namun sarat makna.
Peristiwa ini menjadi penanda penting dalam peringatan HAB ke-80. Kemenag Kota Palu tidak hanya merayakan usia instansi, tetapi juga meneguhkan kembali komitmennya untuk hadir melayani dan memuliakan manusia, dimulai dari lingkungan terdekatnya sendiri.








