Kawal Asesmen Madrasah, Kemenag Palu Tekankan Kejujuran dan Mental
Ket: Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Palu, Ahmad Hasni, memberikan arahan dan suntikan semangat kepada peserta didik MIN 1 Kota Palu sesaat sebelum memasuki ruang ujian, Senin (4/5/2026).
Palu (Kemenag Sulteng) - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Palu, Ahmad Hasni, beserta jajaran Seksi Pendidikan Islam memantau langsung hari pertama Asesmen Madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026 di sejumlah titik, Senin (4/5/2026). Langkah ini menjadi agenda strategis Kemenag tidak hanya guna mengawal kelancaran teknis evaluasi akademik, tetapi juga untuk memberikan jaminan psikologis dan dukungan moral langsung kepada para peserta didik.
Rangkaian pemantauan ini dimulai dari MIN 1 Kota Palu, yang kemudian dilanjutkan secara maraton ke MI Perumnas Balaroa, MI Alkhairaat Pengawu, hingga MTs Nurul Hasanah. Asesmen yang secara umum dijadwalkan berlangsung pada rentang 4 hingga 11 Mei 2026 ini merupakan tolok ukur krusial dalam memvalidasi capaian mutu pendidikan madrasah. Kehadiran para pimpinan Kemenag di lapangan mempertegas komitmen institusi dalam mendampingi satuan pendidikan guna menyelenggarakan evaluasi yang akuntabel dan berstandar.
Mengubah paradigma ujian dari sebuah momok yang menegangkan menjadi tahapan yang wajar, otoritas Kemenag mengedepankan pendekatan humanis. Di lapangan MIN 1 Kota Palu, Ahmad Hasni mengambil waktu khusus untuk menyapa dan mereduksi beban psikologis siswa sebelum bel ujian dibunyikan. Ia menegaskan bahwa integritas adalah nilai fundamental yang melampaui sekadar perolehan nilai akademik.
"Ujian ini hanyalah salah satu tahapan evaluasi dari proses belajar kalian. Jangan jadikan beban yang menakutkan. Awali dengan doa, baca soalnya perlahan-lahan, dan ingat untuk selalu menjunjung tinggi kejujuran dalam menjawab," pesannya di hadapan para siswa.
Sementara itu, kesiapan ekosistem pendidikan madrasah secara teknis terpantau matang. Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Palu, Irsan, yang turut mendampingi inspeksi tersebut, memastikan kelancaran operasional di setiap titik peninjauan. Otonomi madrasah dalam mengatur jadwal ujian di rentang tanggal yang telah ditetapkan terbukti efektif memberikan ruang bagi satuan pendidikan untuk mengoptimalkan fasilitas dan kesiapan mereka masing-masing.
Pada akhirnya, kesuksesan Asesmen Madrasah tidak sebatas diukur dari kelancaran administratif semata. Pemantauan proaktif dan pendekatan persuasif dari Kemenag Kota Palu ini diyakini mampu menciptakan iklim pendidikan yang sehat—memastikan bahwa ruang ujian benar-benar menjadi wadah penempaan karakter tangguh dan kejujuran bagi generasi penerus bangsa.





