Logo
6 Juli 2026 16:30:0 780

Sekjen Kemenag Ingatkan ASN Kemenag Sulteng, Tugas Tak Berhenti di Balik Meja

Ket: Kakanwil dampingi Sekjen saat beri arahan kepada ASN


Palu (Kemenag Sulteng) - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Kamaruddin Amin, mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Sulawesi Tengah bahwa tugas pelayanan tidak berhenti di balik meja. Selain menjalankan fungsi administrasi, ASN Kementerian Agama juga memiliki tanggung jawab membina umat dan menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Kamaruddin saat memberikan pembinaan kepada ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Sulteng di Aula Kanwil, Senin (6/7/2026). Kegiatan itu diikuti ASN lingkup Kanwil Kemenag Sulteng serta perwakilan ASN Kementerian Agama kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian agenda kunjungan Sekjen Kemenag RI ke Palu dalam rangka membuka Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni Indonesia Timur (POROS INTIM) IV PTKIN Indonesia Timur yang tahun ini menempatkan UIN Datokarama Palu sebagai tuan rumah.

Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Junaidin, menyampaikan bahwa pembinaan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran ASN Kemenag Sulteng karena untuk pertama kalinya Prof. Kamaruddin berkunjung ke Kanwil Kemenag Sulteng.

Junaidin menjelaskan Kanwil Kemenag Sulteng saat ini memiliki 5.724 ASN yang terdiri atas 3.122 PNS dan 2.602 PPPK. Pembinaan tersebut, sebut Junaidin, diharapkan semakin memperkuat profesionalisme, integritas, kemampuan adaptasi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kakanwil Kemenag Sulteng, Junaidin.

Ia juga memaparkan bahwa kehidupan sosial keagamaan di Sulawesi Tengah berlangsung aman, kondusif, dan harmonis. Masyarakat yang berasal dari berbagai agama, suku, budaya, dan adat hidup berdampingan dengan semangat saling menghormati dan menghargai. Kerukunan umat beragama terus diperkuat melalui sinergi Kementerian Agama bersama pemerintah daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan berbagai pemangku kepentingan.

"Hasil Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Tengah mencapai nilai yang baik. Penguatan moderasi beragama juga terus dilakukan melalui berbagai program pembinaan bagi ASN maupun masyarakat agar menjadi budaya kerja sekaligus budaya sosial yang tetap berlandaskan komitmen kebangsaan dalam bingkai NKRI," ujar Junaidin.

Ia menambahkan, tantangan kehidupan sosial keagamaan akan terus berkembang seiring perubahan zaman sehingga penguatan literasi keagamaan, pembinaan umat, dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus ditingkatkan.

Peran Strategis ASN Kementerian Agama

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Kamaruddin Amin, mengapresiasi antusiasme ASN yang hadir, termasuk peserta dari berbagai kabupaten yang menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti pembinaan tersebut.

Kamaruddin mengatakan Kementerian Agama merupakan kementerian yang memiliki peran sangat penting, bahkan fundamental, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, Indonesia bukan negara agama, tetapi merupakan negara yang sangat religius. Sejak lahir hingga akhir kehidupan, masyarakat Indonesia selalu bersentuhan dengan aktivitas keagamaan sehingga peran Kementerian Agama menjadi sangat strategis.

Sekjen Kemenag RI, Prof. Kamaruddin Amin.

"Tugas apa pun yang diemban di Kementerian Agama memiliki dampak besar terhadap kualitas kehidupan beragama di Indonesia. Karena itu, amanah tersebut harus dijalankan dengan tulus, ikhlas, dan profesional. Kehidupan keagamaan dan kerukunan umat di Sulawesi Tengah sangat dipengaruhi oleh peran ASN Kementerian Agama," ujarnya.

Kamaruddin juga menilai Indonesia sebagai salah satu negara paling majemuk di dunia yang mampu menjaga stabilitas sosial dan politik dengan baik. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Islam di Indonesia selaras dengan nilai demokrasi dan kemajuan.

Ia menyebut persepsi positif dunia terhadap Islam banyak dipengaruhi oleh praktik keberagamaan umat Islam Indonesia yang mengedepankan toleransi dan kehidupan yang harmonis.

"Artikulasi keberagamaan Islam yang menghargai perbedaan dan menjunjung toleransi merupakan peran langsung Kementerian Agama. Karena itu, Kementerian Agama memiliki posisi yang sangat sentral dan fundamental dalam kehidupan berbangsa," katanya.

Kamaruddin menjelaskan hubungan agama dan negara di Indonesia berjalan harmonis dibandingkan sejumlah negara lain yang masih menghadapi perdebatan mengenai relasi keduanya. Pemerintah memfasilitasi pelaksanaan seluruh kewajiban keagamaan, sementara umat beragama mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

ASN Harus Adaptif dan Dekat dengan Masyarakat

Kamaruddin mengajak seluruh ASN memperkenalkan agama kepada masyarakat secara baik, benar, dan utuh, tanpa mereduksi makna agama hanya pada aspek teologis.

"Agama harus menyentuh persoalan yang dihadapi umat dalam kehidupan sehari-hari. Jangan memperkenalkan agama secara parsial, tetapi secara komprehensif sehingga mampu memberikan perspektif dalam setiap persoalan kehidupan," ucapnya.

Sebagai contoh, Kamaruddin menyinggung program ekoteologi Kementerian Agama yang mengajak umat beragama tidak hanya beribadah, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

"Menjaga dan merawat bumi merupakan bagian dari tugas kekhalifahan yang tidak boleh diabaikan. ASN Kementerian Agama tidak cukup hanya memahami dan melaksanakan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan," katanya.

Ia menambahkan tantangan berikutnya adalah memastikan literasi keagamaan benar-benar terwujud dalam praktik kehidupan masyarakat, bukan sekadar menjadi pengetahuan.

Mengutip arahan Menteri Agama, Kamaruddin mengatakan pembeda Kementerian Agama dengan kementerian lain adalah tugas membina masyarakat secara langsung.

"Pejabat Kementerian Agama tidak boleh hanya datang ke kantor mengurus administrasi, tetapi harus turun ke masyarakat membina umat. Indikator utama kinerja adalah kerukunan umat beragama dan kualitas pelaksanaan ajaran agama di tengah masyarakat. Jika administrasi baik tetapi umat tidak rukun, maka Kementerian Agama belum berhasil menjalankan tugasnya," ujarnya.

Khusus kepada para penyuluh agama, Kamaruddin meminta pendekatan pembinaan disesuaikan dengan perkembangan zaman dan karakter generasi milenial, Generasi Z, serta Generasi Alpha.

"Pendekatan konvensional tidak lagi cukup. Manfaatkan digitalisasi, buat konten positif, aktif di media sosial, dan sesuaikan cara menyampaikan pesan keagamaan dengan perkembangan masyarakat," katanya.

Menutup arahannya, Kamaruddin mengajak seluruh ASN Kementerian Agama terus membaca perkembangan sosial agar penyampaian pesan-pesan keagamaan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Jangan hanya membaca kitab dan literatur, tetapi juga membaca realitas sosial. ASN Kementerian Agama harus terus mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat," pungkasnya.

(Fotografer: Ferizal/Ahsan/Zidiarman)

Tags: Sekjen

Editor: Monica
Fotografer: Humas

HUBUNGI KAMI

JL. Prof Moh Yamin, Birobuli Utara, Kec. Palu Selatan Kota Palu, Sulawesi Tengah 94231

0811-5880-7272

kanwilsulteng@kemenag.go.id

TAUTAN TERKAIT

CHAT KAMI (Klik Sekarang)

Beranda

Download Informasi Penting

PPID

Permohonan Data

IKUTI KAMI
Statistik Pengunjung
👤 User Aktif (Realtime)
0
📅 Total Hari Ini 20
🗓️ Total Bulan Ini 14,350
🌍 Total Keseluruhan 392,343

Delay data User Aktif (10 detik - 1 menit)

Delay data Total (1 jam - 24 jam)



2023 © Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah HTML Codex