Waspadai Paham Keagamaan Baru

PALU, MERCUSUAR – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng,   Abdullah Latopada mengatakan saat ini telah ada pemahaman-pemahaman keagamanan khususnya di Islam, yang berbeda tafsir dan pemahaman dengan pemahaman masyarakat secara umum yang telah turun-temurun diyakini.

“Tiba-tiba, mereka datang yang kita tidak tahu dari mana asalnya, bahkan sampai-sampai menyalahkan imam masjid,” ujarnya saat memberikan pelatihan kepada 40 perwakilan imam masjid, majelis taklim serta penyuluh agama Islam dari 13 kabupaten/kota se-Sulteng.

Kegiatan dalam bentuk Workshop Deteksi Dini dan Penanganan Paham Keagamaan Bermasalah tersebut dilaksanakan di Palu sejak Jumat (11/8/2017) hingga Minggu (13/8/2017).

Bukan hanya itu, kata Kakanwil, mereka juga sampai-sampai mengatakan kafir bagi ajaran yang diyakini masyarakat Islam secara umum saat ini. Sehingga hal ini yang menjadikan pemerintah untuk menangani secara cepat.

Menurut Kakanwil, bila ada paham-paham yang menyusahkan atau menyalahkan atau pun sudah terlihat tanda dan gejalanya, harus secepatnya dilaporkan, baik kepada pemerintah atau pun kepada penegak hukum.

Dipilihnya imam masjid, majelis taklim dan penyuluh agama karena merupakan ujung tombak atau garda terdepan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Untuk imam masjid, jika ada waktu, mohon sesekali membaca buku atau belajar kembali, agar tidak mudah untuk dipengaruhi oleh paham-paham yang menyimpang itu,” harap Kakanwil.

Adanya aliran atau paham yang menyimpang itu menurut kakanwil disebabkan banyaknya faktor di antaranya persoalan politik, atau pun mereka yang suka mengacaukan Negara dan agama yang dibiayai oleh kelompok-kelompok tertentu.

“Kami ingin menjaga jangan sampai ada keributan dan kekacauan dalam kehidupan beragama, karena paham-paham yang menyimpang itu,” tutup Kakanwil.

Ketua Panitia Pelaksana, Noor Alamsyah S Marhum mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman tentang akar munculnya perbedaan pemahaman dan munculnya gerakan keagamaan bermasalah.

Selain itu, membangun kesamaan persepsi dalam menyikapi dan menangkal paham keagamaan yang berpotensi menimbulkan konflik serta memberi panduan dalam melakukan penanganan dan pembinaan korban, aliran dan keagamaan bermasalah.

Sejumlah materi yang disampaikan dalam kegiatan selama tiga hari ke depan, yakni ciri aliran atau paham keagamaan bermasalah dalam Islam, melacak akar perkembangan paham keagamaan dan gerakan Islam trans nasional.

Kemudian deteksi dini dan pola pengembangan paham keagamaan bermasalah, program penanganan aliran/paham keagamaan bermasalah, serta tantangan dan pola dakwah ditengah keragaman paham keagamaan. DAR/*

Dari |September 26th, 2017|Berita|0 Komentar