Selasa, 4 Juni 2013 –
Rakor KUA Se Sulawesi Tengah Tahun 2013

Palu (Humas) – Bertempat di ball room swiss belHotel Palu, Kakanwil Kemenag Sulteng DR. H. Mohsen, MM., didampingi Plh. Kabid Bimbingan Masyarakat Islam Drs. H. Zulkifli Tahir, M.Pd., serta Ketua dan Sekretaris panitia , membuka secara resmi Rakor KUA se Sulawesi Tengah yang berlangsung 1 s.d 3 Juni 2013.

H. Moh. Ramli dalam laporannya sebagai ketua panitia mengatakan, Kantor Urusan Agama (KUA) adalah unit kerja terdepan Kemenag yang melaksanakan sebagian tugas pemerintah di bidang Agama Islam, di wilayah Kecamatan (KMA No.517/2001 dan PMA No.11/2007). Dikatakan sebagai unit kerja terdepan, karena KUA secara langsung berhadapan dengan masyarakat. Karena itu wajar bila keberadaan KUA dinilai sangat urgen. Fakta sejarah juga menunjukan kelahiran KUA hanya berselang sepuluh bulan dari kelahiran Depag (baca : Kemenag), tepatnya tanggal 21 Nopember 1946. Ini sekali lagi, menunjukan peran KUA sangat strategis, bila dilihat dari keberadannya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama yang memerlukan pelayanan bidang Urusan Agama Islam (Urais).

Konsekuensi dari peran itu, secara otomatis aparat KUA harus mampu mengurus rumah tangga sendiri dengan menyelenggarakan manajemen kearsipan, administrasi surat-menyurat dan statistik serta dokumentasi yang mandiri. Selain itu, KUA juga dituntut betul-betul mampu menjalankan tugas dibidang pencatatan nikah dan rujuk (NR) secara apik. Oleh karenanya melalui Rakor kali ini kita ingin menyamakan persepsi dan pengetahuan serta pemahaman dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Sulteng DR. H. Mohsen, MM., menyatakan bahwa tugas KUA tidak sekedar melakukan pengawasan dan pencatatan nikah/rujuk saja, tetapi juga melaksanakan tugas-tugas lainnya seperti mengurus dan membina tempat ibadah umat Islam (masjid, langgar/mushalla) membina pengamalan agama Islam, zakat, wakaf, baitul mal dan ibadah sosial, pangan halal, kemitraan umat Islam kependudukan serta pengembangan keluarga sakinah, sesuai kebijakan Dirjen Bimas Islam berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Lebih lanjut H. Mohsen mengingatkan begitu penting dan strategisnya peran dan fungsi KUA, maka tidaklah aneh bila sebagian masyarakat berharap KUA mampu memberikan pelayanan prima terhadap peran dan fungsinya itu. Bahkan pemerintah sendiri berharap besar KUA dapat mengembangkan perannya lebih dari sekadar peran-peran yang ada.(afh, foto : ahsan)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.020486 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 190911
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.