Kamis, 2 Mei 2013, 23:36 –
Ikhlas Beramal Harus Menjadi Motto Seluruh Pegawai Kementerian Agama

Palu (Humas)] – Moto Kementerian Agama sebagaimana kita ketahui adalah Ikhlas Beramal. Menurut Wakil Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA bahwa kalau kita kaji lebih dalam, maka sebenarnya sudah cukup untuk menjadi nasihat bagi kita, baik dalam lingkungan kerja maupun kehidupan manusia sehari-hari. Hal ini disampaikan saat memberikan arahan pada acara Pembinaan Mental Spiritual Pegawai di gedung OR Itjen Kemenag, Kamis, 11 April 2013..Lebih lanjut Prof. Nasaruddin menyampaikan sebagaimana pada website http://itjen.kemenag.go.id/web/berita/420-ikhlas-beramal-harus-menjadi-moto-seluruh-pegawai-kemenag.html bahwa “Kata Ikhlas ini mudah kita ucapkan namun sangat sulit kita terapkan. Ikhlas dalam maqom ibadah menduduki tingkat yang tertinggi, karena ikhlas tidak bisa kita ukur, namun yang lainnya bisa kita ukur. Sehingga orang yang ihklas disebut Mukhlis yaitu tingkatan ikhlas secara umum, namun yang paling tinggi tingkatannya adalah Mukhlas (tingkatan ikhlas yang tidak pamrih apa-apa, hanya untuk Allah SWT).” Terang Nasaruddin Umar.Menurutnya orang ikhlas itu lebih tinggi tingkatan dan kualitasnya dari pada makhluk Allah yang lain seperti gunung, besi, air, dan udara. Riwayat ini sudah dijelaskan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW. Sehingga orang yang ikhlas lebih kuat dari segala hal, bahkan dari Malaikat sekalipun. Hal ini seperti kisahkan nabi saat naik pada Sidratul Muntaha.“Sebagaimana pengertian Syakur itu lebih tinggi tingkatannya dari pada maqom Syukur, karena tingkatan Syakur itu hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT yang berbunyi Wa qalilun min ‘ibadika al-syakur.” Tegasnya pula.Menyikapi berbagai permasalahan yang ada di Kemenag, menurutnya pula bahwa ekspektasi masyarakat terhadap Kemenag memang sangat besar. Sehingga sedikit saja kemenag ada masalah maka akan cepat booming di masyarakat. Ibaratnya Kemenag adalah background putih yang tanpa noda. Sehingga ia berharap pejabat dan pegawai kemenag dalam bekerja dengan hati yang bersih dan mengimplementasikan makna ikhlas beramal tersebut.“Kita memang bukan Malaikat, namun kita juga bukan Syaitan. Sehingga kita tidak boleh “Memalaikatkan Iblis dan juga tidak boleh mengibliskan Malaikat”. Sehingga acuan kita tidak formalistik belaka, tetapi hati nurani. Jika pemahaman keagamaan kita kuat, maka perilaku kita akan baik. Karena kenikmatan yang paling nikmat adalah kedekatan kita pada Allah SWT.” Ungkap Nasaruddin Umar.(afh. Sumber : http://itjen.kemenag.go.id/ Reporter: Agus Salim, Redaktur: Nurul Badruttamam. Foto : ItjenNews Kemenag)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.040603 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 321805
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.