Bimtek Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam Dakwah Media Sosial Konten Pengarusatamaan Modera

Keterangan Gambar : Kakankemenag Touna Nasruddin L. Midu, menyerahkan SK Penyuluh Agama


AMPANA(Humas Kemenag)- Dalam rangka peningkatan kompetensi Penyuluh Agama Islam Dakwah media sosial konten pengarusutamaan moderasi beragama, Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) melaksanakan bimbingan teknis.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kementerian Agama Touna H. Nasruddin L Midu. turut dihadiri oleh Sekretaris Diskominfo Touna Anton Situru, Kasubbag Tata Usaha Andi A Harun, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Touna H Ridwan Lawenga, bertempat diruang rapat FKUB Kemenag Touna, Kamis (13/2/2020).

Kepala Kementerian Agama Nasruddin L Midu, dalam sambutannya mengatakan bahwa Kementerian Agama Touna mungkin kementerian agama yang terakhir menerima Surat Keputusan(SK) penyuluhan non PNS karena kesibukan Kakanwil Kemenag Sulteng sehingga baru hari Senin (10/2/2020) kemarin bisa dijemput oleh kepala seksi bimbingan masyarakat Islam.

Olehnya pada hari ini kita programkan untuk penyerahan SK dan sekaligus bimbingan teknis terkait dengan tugas-tugas yang akan kita laksanakan lima tahun kedepan. karena berbeda tugas-tugas lima tahun kemarin dan lima tahun kedepan karena tantangannya jauh lebih berat. karena menghadapi berbagai problematika didalam kita berdakwah maupun didalam memberikan pelayanan kepada umat Islam dan telah melakukan seleksi, baik seleksi administrasi, maupun seleksi kompetensi," kata Nasruddin L Midu.

Menurutnya, jadi yang ter-SK kan menjadi penyuluh itu yang terbaik yang ada di kecamatan masing-masing diwilayah Kabupaten Touna dan tidak ada lagi istilahnya penyuluh agama Islam itu yang non PNS yang mengajinya tidak lancar berarti sistem seleksinya kecolongan.

Oleh karena itu, kita diberi jatah 62 dan sebenarnya 64 tetapi karena dua periode ini dalam DIPA kita hanya 62, maka tadi dua kecamatan yang hanya mendapatkan jatah tujuh yaitu kecamatan ampana Tete dan kecamatan Togean.

"Bahkan kita sudah mengusulkan untuk KUA Walea Besar karena dia sudah resmi menjadi Kantor Urusan Agama Kecamatan Wabes yang ada di Pasokan, itu artinya kita sudah mengusulkan untuk mengangkat penyuluh agama non PNS yang jumlahnya tujuh atau delapan orang setiap kecamatan,"jelasnya.

Dikatakannya, dalam hal ini saya sangat bergembira bahwa kalian sudah terseleksi dengan baik, baik secara administrasi maupun secara kompetensi sebagai penyuluh agama non PNS.

Memang dirasakan bahwa sumber daya kita yang terutama di Touna masih sangat minim, sehingga ada di beberapa kecamatan KUA yang mendaftar sesuai dengan porsi yang ada.

"Yah, mendaftar delapan terpaksa delapan diterima dan mudah-mudahan yang delapan itu diterima semuanya bisa mengaji. Sebab kalau tidak tahu mengaji itu bukan guru agama Islam namanya," ujarnya. (Bachri)